Waduh, Penderita HIV/AIDS Kota Malang mencapai 900 Orang
Posted by purba | Posted in Kesehatan | Posted on 01-07-2009
1
Penderita HIV/AIDS di Jawa Timur, khususnya di Kota Malang terus meningkat. Uniknya, peningkatan itu justru menjadi keberhasilan program penanganan HIV/AIDS yang dilakukan pemerintah bersama kelompok peduli AIDS.
Estimasi penderita HIV/AIDS di Jawa Timur sekitar 20 ribu, tapi baru 6000 penderita yang berhasil terungkap. Di Kota Malang sendiri ada sekitar 900 orang yang teridap penyakit membahayakan itu, termasuk 24 balita. Masih ada 14 ribu Orang dengan HIV/AIDS (Odha) yang belum berhasil diungkap. Hal itu menjadi PR besar bagi aktivis peduli AIDS di Jawa Timur.
“Kalau semakin banyak penderita HIV/AIDS yang diketahui akan semakin baik. Itu menjadi keberhasilan. Meski jumlahnya meningkat, tapi semakin mengurangi jumlah estimasi penderita HIV/AIDS yang belum diketahui,” kata Program Manajer Yayasan Sadar Hati, Bahrul Ulum kepada Malang Post, disela-sela malam renungan AIDS Nusantara (Mran) di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin (18/5) malam.
Menurutnya, orang yang terkena HIV/AIDS tidak semudah orang yang terkena penyakit umum lainnya. Untuk mengetahui terinveksi HIV/AIDS melalui pemeriksaan darah secara khusus untuk mengetahui HIV/AIDS.
Padahal, masyarakat yang rawan Odha sangat riskan untuk memeriksakan darahnya. Mereka takut benar-benar terinveksi HIV/AIDS dan akan mendapatkan stigma yang tidak baik di tengah masyarakat. “Odha sangat tertutup. Mereka paling takut dengan stigma dari masyarakat. Sudah tubuhnya sakit, psikologisnya akan lebih sakit,” ungkapnya.
Mran yang digelar UKM tim penanggulangan penyalahgunaan Napza dan HIV/AIDS (Tegas) UB dihadiri KPA Malang, para waria, gay dan juga aktivis peduli AIDS se-Malang raya. Malam Renungan AIDS Nusantara diselenggarakan setiap tahun (biasanya dalam bulan Mei) secara serentak di seluruh dunia.
Melalui Mran mengajak semua orang untuk sementara waktu melupakan kesibukannya dan melakukan renungan AIDS. Acara tersebut bertujuan menyatukan semua orang dalam memikirkan dan merenung epidemi AIDS yang sudah banyak mengambil nyawa manusia di dunia. Mereka menyanyi bersama dengan menyalakan lilin sambil sesekali diiringi puisi yang dibawakan para waria.
“Mran sebagai bentuk kepedulian terhadap Odha, utamanya para mahasiswa. Agar bisa membangun kebersamaan dengan Odha, dan juga para kelompok peduli AIDS,” ujar Ketua Panitia Mran, Kristi Ulivia Nuriza. malang post
Situs tentang HIV-AIDS :










