Jual Hosting dan Domain Murah, Mulai 50rb/thn. Klik Di Sini!
 
Apr
27

Bagaimana cara memulai bisnis ? Galau nih

Number of View: 449

Kalau ada yang tanya “bagaimana Pak cara memulai bisnis di internet?”, sebenarnya jawabannya simple : BERANILAH MEMULAI!

Tidak bisa kita pungkiri bahwa di saat kita akan bertindak selalu muncul pikiran-pikiran negatif, seperti misalnya : bagaimana kalau nanti rugi? bagaimana kalau nanti webnya dihack orang? bagaimana kalau nanti ditipu orang?

Kalau pikirannya negatif terus, kapan mau mulainya. Kenapa tidak menggunakan cara berpikir terbalik : “bagaimana ya kalau nanti sukses dan dapat banyak uang? bagaimana ya kalau ternyata omsetnya tinggi sekali ?”

Kekuatiran-kekuatiran atau kegalauan itu wajar sekali kok, dan seringkali hal ini terjadi karena kurangnya pengalaman. Untuk mengatasi hal ini, datanglah pada orang-orang yang sudah berpengalaman dan utarakan kekuatiran Anda itu. Mintalah nasihat mereka.

Jangan berpikir bahwa orang berpengalaman itu adalah harus orang yang sudah sukses bisnisnya. Jangan pandang sebelah mata terhadap para tukang becak, peternak bebek, penjual toko klontong dll. Saya sendiri pernah ngobrol dengan mereka dan ternyata jawaban mereka terhadap kekuatiran saya itu benar-benar OUT OF THE BOX. Anda juga bisa belajar dari kegagalan mereka.

Jadi, jika Anda ingin berjualan online, mulai singkirkan pikiran negatif itu dan bertindaklah sekarang. STEP BY STEP. Mulailah langkah demi langkah. Misalnya mulai berjualan ke teman-teman di facebook, lalu mulai berjualan di fans page, dan akhirnya berjualan di forum/marketplace dan mempunyai web toko online sendiri yang terkenal.

Kalau sudah terkenal apa yang akan terjadi ? Tidak perlu mengejar-ngejar calon pembeli, tapi Anda yang akan dikejar-kejar oleh mereka. Dan akhirnya Anda akan kewalahan. Bayangkan hal ini bila terjadi pada diri Anda. Membanggakan bukan ?
Berandai-andai itu gratis dan tidak ada yang melarang. Misalnya : tiap hari mencapai net profit 10juta sehari. Siapa yang melarang ? Tentukan alasan kenapa Anda harus mencapainya, sehingga “cara” untuk meraihnyapun akan dengan mudah Anda dapatkan.

Orang sukses punya 1001 alasan untuk sukses. Demikian pula orang gagal juga punya 1001 alasan untuk gagal.

Sebenarnya tidak ada istilah gagal dalam kamus kesuksesan, yang adalah BERHENTI UNTUK MENGGAPAI SUKSES.

Kenapa saya sebutkan di atas tadi bahwa Anda bisa mulai berjualan ke teman-teman yang Anda kenal di facebook ? karena pada intinya bisnis itu hanya perlu RELASI. Kalau Anda punya relasi, maka Anda bisa menjual produk apa saja ke mereka.

Pada dasarnya sifat manusia itu kan KONSUMTIF. Ketika melihat gambar smartphone murah di facebook atau BBM seseorang, maka otak manusia akan berpikir “wuih, produk baru.. keren nih….”, dan kalau kebetulan memang dia menginginkan hal itu sudah lama, maka dia akan mulai tanya-tanya bagaimana cara membelinya. Dan berakhirlah dengan DEAL.

Bisnis di internet itu gampangannya adalah copy paste. Anda tidak punya produk sendiri, lalu ada orang lain menjual produk tersebut dengan laris, tinggal Anda contek saja bagaimana melakukannya. Cari supplier yang tepat, lalu pasarkan.. BOOOMMM

Dan jangan batasi dengan siapa Anda berteman. Miliki banyak rekan bisnis sehingga Anda kaya akan produk. Ada yang bilang kalau MARKETING itu adalah MAKELAR EVERYTHING…. Jadi jangan melulu hanya satu produk yang dijual karena kebutuhan tiap orang tentu tidaklah sama. Pakai jurus PALU GADA : apa yang lu mau, gua ada… ckckck

 

Apr
8

Gagal berbisnis secara online ?

Number of View: 833

Ada beberapa email yang masuk ke saya dan salah satunya mengeluhkesahkan masalah gagalnya berbisnis online. Beliau sudah mencoba bisnis CPA (cost per action), beli banyak panduan tapi tidak satupun yang menghasilkan. Malah uang keluar terus.

Saya tidak mau bilang bahwa bisnis CPA itu salah atau tidak berpotensi karena buktinya di luar sana banyak teman saya yang masih berjaya. Jadi saya tidak menjelek-jelekkan suatu bisnis tertentu karena pastinya masing-masing mereka enjoy dengan bidangnya masing-masing.

Ada pula seorang teman saya bilang ke saya “duh, ngapain capek-capek bisnis online kalau ga ada hasil? mending offline aja meski dikit-dikit tapi ada terus hasilnya”. Saya justru bersyukur dan tersenyum karena ejekan tersebut karena dengan begitu saya jadi lebih semangat dan semangat. Kalau bukan karena ejek-ejekan tersebut, tidak mungkin juga saya mencapai hasil dan eksis hingga saat ini. Dan bersyukur pula hingga saat ini selalu ada orang yang mengkritik dan mengejek saya karena itu tandanya mereka sayang sama saya :)

Sebagai info, adabisnis.com sudah hampir 5 tahun online. Ini merupakan blog berbayar pertama saya. Anda bisa cek di http://whois.domaintools.com/adabisnis.com. Ada banyak artikel yang saya hapus (sekitar 250 artikel lebih) 2 tahun yang lalu karena kebanyakan tulisannya ngalor ngidul dan hasil copas. Masih cupu soalnya :beer:

Nah, balik lagi soal bisnis online yang gagal. Menurut saya, tidak ada bisnis online yang gagal, tapi hanya belum tepat saja formulasinya. Dan bisa jadi kurang sabar, telaten dan salah strategi.

Dari awal saya ngeblog, saya biasa isi dengan share apa saja yang saya temukan saat belajar. Dari situ, saya dapat masukkan dari pengunjung blog dan dapat teman-teman baru. Akhirnya kami diskusi via YM. Dan dari teman-teman ini pula akhirnya dapat teman-teman dan pelanggan-pelanggan baru. Istilahnya “getok tular” atau dari mulut ke mulut secara viral.

Tujuan ngeblog ini sebenarnya hanya untuk menyalurkan hobi saja awalnya. Tidak ada niatan untuk menghasilkan uang dari sini. Tapi jika bisa menghasilkan uang, ini jadi tantangan tersendiri buat saya. Lagian pendapatan perbulan dari praktek dokter umum masih cukup lah buat modal hobi satu ini.

Sekarang saya mencoba memahami kesulitan teman-teman yang masih belum merasakan manisnya bisnis online. Bukan karena saya merasa sudah expert ya…jujur saja sampai saat ini saya merasa masih nubie yang cupu kalau berhadapan dengan mereka yang sudah menghasilkan ratusan juta perbulan.

Berikut tips tips nya :

1. Pilih bisnis yang anti banned

Maksudnya anti banned adalah bisnis yang kita tidak bergantung pada pihak lain. Contohnya adalah : toko online dengan produk sendiri atau ambil dari pembuatnya langsung.

Kalau adsense, amazon,, CPA dll itu termasuk “program bisnis internet” yang mempunyai TOS, sehingga kapanpun Anda melanggar (padahal belum tentu melanggar), Anda bisa kena banned.

 

2. Pilih bisnis jualan jasa atau produk digital

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup ini tidak lepas dari transaksi jual beli. Dan ternyata kemampuan yang harus dimiliki seorang manusia itu bukan soal pendidikan, punya produk bagus, punya modal dlsb, tapi kemampuan yang harus dimiliki seorang manusia adalah KEMAMPUAN MENJUAL.

Menurut saya, bisnis jualan jasa atau produk digital adalah sebuah bisnis yang terbukti berhasil dan siapapun sebenarnya bisa melakukannya. Kenapa? coba Anda bikin jasa pembuatan web, optimasi SEOnya, dan dapat dipastikan Anda akan dapat order dalam beberapa bulan ke depan. Percaya deh!

Kenapa kok jualan jasa? Ya, karena itu tidak perlu mengeluarkan cost besar, tapi hanya EFFORT saja yang tentu sudah Anda miliki tanpa keluar uang.

Kalau produk digital, Anda hanya sekali bikin dan tinggal menjualnya terus sedikit/tanpa ada biaya untuk memproduksinya lagi.

 

3. Pilih produk yang dikonsumsi terus menerus (abadi)

Waktu awal dulu saya berpikir-pikir kira-kira apa ya produk yang setiap bulannya orang harus membayar terus menerus sehingga saya cukup cari konsumen sekali tapi belinya berulang. Dan saya menemukan yaitu penjualan kartu internet MY FLASH. Anda pengunjung setiap blog ini dari tahun 2009 pasti sudah pernah tahu kalau saya menjual kartu tersebut di era tahun 2009-an. Dan benar saja, memang ada repeat order tapi banyak komplainnya… Mulai dari kartu yang dikirim tidak bisa digunakan oleh pembeli sehingga saya harus menanggung cost pengirimannya, sampai kartu tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi. Ya, selesai sudah usaha ini.. Dan dari distributornyapun sudah tutup.

Lalu saya berpikir, bagaimana kalau jualan hosting saja ? Lalu saya coba order reseller hosting di websasdesign.com (sekarang sudah tutup dan pemiliknya lebih memilih berjualan siomay karena lebih hemat costnya), dan benar saja banyak penjualan dari blog adabisnis.com ini saja. Waktu itu belum ada rencana mau memperbesar usaha hosting, karena jujur saja banyak ilmu yang harus dipelajari.

Dan sampai sekarang saya masih tetap berjualan hosting. Hasilnya sungguh mengagumkan dan membuat saya tercengang :)

 

4. Teruslah investasi leher ke atas

Kalau Anda ingin jadi karyawan, maka kuliahlah. Tapi kuliah tidak ada yang bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 1 minggu.

Kalau Anda ingin jadi orang kaya, ikutlah workshop atau seminar. Workshop atau seminar tidak ada yang sampai 1 tahun menempuhnya. Tapi bisa saja kelanjutannya lebih dari itu.

Lebih murah mana antara kuliah dan ikut seminar? lebih cepat mana antara kuliah dengan ikut seminar ?

Tapi sekalipun terus mencari ilmu, jangan cuma buat pengetahuan saja, tapi praktekkan. Kata bruce lee : “tahu saja tidak ada artinya, tapi tahu dan dipraktekkan itu baru luar biasa”.

 

5. Perbesar dan perbanyak network

Jangan jadi pengusaha yang tertutup. Jadilah open minded. Anda akan menemukan pemikiran-pemikiran out of the box secara gratis dan praktis dengan mengikuti gathering-gathering.

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang pengusaha web desain. Saya mendapatkan banyak ilmu marketing baru. Semua hal yang saya tahu seakan jadi kecil. Ternyata untuk mendapatkan banyak uang, tidak harus dengan kita berfokus pada pembuatan produk, tapi dengan menggunakan produk orang lainpun bisa. Bahkan hasilnya lebih besar dibanding dengan cost dan effort yang dikeluarkan. Tapi jujur saja, tidak mudah untuk setiap orang melakukan hal out of the box seperti itu. :)

 

Nah, sekarang Anda yang merasa gagal, apakah merasa dapat sesuatu dari artikel ini? Atau malah mau berhenti ? Baiknya Anda baca kalimat penutup saya di bawah ini.

Alasan saya memilih bisnis online karena : lebih fleksibel waktunya, bisa dikerjakan dari mana saja, modal dan biaya perbulannya bisa ditekan lebih hemat, dan yang lebih penting adalah bisa selalu dekat dengan keluarga tercinta. Jadi lebih ke bekerja dengan menggunakan otak dibanding bekerja keras menggunakan otot. Tapi juga jangan heran ya kalau di luar sana penjual mie ayam dan bakso saja bisa menghasilkan profit bersih 1-3 juta/hari. He3…

Apr
8

Hosting disuspend kok suruh bayar ?

Number of View: 636

Hati-hati jika Anda order hosting di hoster luar seperti Hostg****. Jika Anda tidak melakukan “cancle” terhadap akun hosting Anda, maka tagihan akan terus tetap berjalan. Dan jika anda ingin mengaktifkannya kembali, maka Anda akan disuruh membayar tagihan selama disuspend tersebut. Meski Anda order baru lagi, pembayaran baru tersebut akan tetap digunakan oleh hoster tersebut untuk membayar hutang Anda.

Ternyata tidak hanya penjual hosting saja yang melakukan hal seperti itu, rental serverpun juga ada yang melakukannya seperti soft*****.

Jadi biasakan melakukan cancle kalau sudah tidak digunakan lagi. Jangan lakukan kebiasaan order hosting di Indonesia pad waktu order di luar negeri. Kalau di indonesia, jika tidak ada konfirmasi perpanjangan maka otomatis akan dihapus / terminasi akun Anda.

Silahkan baca case lengkapnya di sini.

Apr
8

Jangan sekali-kali meminjamkan uang di dunia maya

Number of View: 639

Tiap hari tak henti-hentinya penipuan terjadi di dunia maya. Mulai akun FB yang dhack lalu diganti dengan penjualan BB murah dari batam, undian telko****, dan yang terakhir ini modus peminjaman uang.

Jadi begini kasusnya. Si A mencoba bertransaksi dengan si B dalam jumlah ratusan ribu. Nah, akhirnya si B jadi percaya karena si A benar-benar transfer uangnya, padahal B dan A tidak pernah bertatap muka dan tidak saling kenal. Beberapa hari kemudian, si A bilang kalau butuh uang untuk beli barang di forum X. Si A pinjam ke B dan akan mengembalikan sebelum jam 4 sore beserta dengan bunganya. Si B pun percaya dengan meminjamkan ratusan dollar. Tapi setelah jam 4 sore berlalu, si A tidak mengembalikannya dengan alasan dompetnya hilang dan HPnya digadaikan. Selidik punya selidik ternyata tidak hanya si B yang tertipu, tapi juga si C dan yang lainnya.

Kasus yang seperti itu lagi hangat diperbincangkan di forum ads-id.com. Silahkan coba cek threadnya di sana.

Saya sendiri juga pernah mengalami penipuan. Saya sudah sering berkontak via FB dengan penipu tersebut. Saya jadi percaya dengan penipu tersebut karena mengaku sebagai murid Mr. Y yang notabene adalah internet marketer terkenal. Dia meminjam uang 1.5 juta yang katanya dalam 2 bulan dikembalikan. Tapi lewat 2 bulan, waktu di sms katanya sedang sakit dan mengeluarkan banyak uang rumah sakit. Saya kasihan, jadi saya tunda dulu penagihannya. Setelah lewat 1 bulan, saya tagih lagi, dan ternyata HP dan Facebooknya sudah menghilang.

Jadi saran saya, hati-hati dengan modus seperti ini. Siapa tahu Anda bisa jadi korban selanjutnya.

 

Apr
6

Perbedaan CV dan PT dan kapan harus memilihnya

Number of View: 715

Kekuatiran akan omset yang besar dan terus meningkat terkadang membuat pedagang online mulai ketar-ketir soal bagaimana agar aman terhadap pajak. Maksudnya adalah bagaimana agar tidak terkena kasus di kemudian hari akibat tidak membayar PPh (pajak penghasilan). Nah, ada beberapa yang mereka akhirnya membuat badan usaha semacam CV atau PT biar legalitasnya juga terpenuhi. Padahal kalau dicermati, kekuatiran ini tidak perlu berlebihan.

Ada juga yang pernah saya temukan, ada internet marketer Indonesia yang berjualan secara online di pasar luar negeri tapi menggunakan nama CV (LLC) untuk berjualan. Entah itu CV beneran atau hanya abal-abal biar terkesan legal, saya sendiri belum mengeceknya.

Nah, penting sekali untuk paham terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah Anda akan membuat badan usaha dalam bentuk CV atau PT. Sekali lagi, pembuatan badan usaha ini bisa macam-macam tujuannya, misalnya untuk aspek legalitas usaha agar jualan Anda lebih mendapat kepercayaan dari pembeli, atau agar bisa ikut tender maupun mendapat bantuan dari pemerintah dan pinjaman bank.

Kalau Anda hanya berjualan online dari rumah dan masih belum memerlukan legalitas usaha sih saya kira (menurut saya lo) masih belum memerlukan badan usaha dalam bentuk CV atau PT. Cukup menjadi WPOP PT (wajib pajak orang pribadi pengusaha tertentu).

Perbedaan antara CV dan PT :

  • PT merupakan badan hukum sehingga kedudukannya sama dengan “orang” dari sisi hukum. Misal nama PT dapat digunakan untuk nama rekening bank seperti layaknya nama orang. Demikian pula PT dapat bertindak di muka pengadilan seperti “orang”. Sedangkan CV bukan merupakan badan hukum sehingga tidak bisa melakukan hal di atas.
  • Harta kekayaan PT terpisah dari pendiri/pemiliknya. Sedang kekayaan CV tidak terpisah dari kekayaan pendiri aktifnya. Hal ini penting ketika ada kebangkrutan maka pada CV akan menyangkut kekayaan pendirinya untuk menanggungnya. Sedang pada PT, jika terjadi kebangkrutan maka hanya sampai pada kekayaan PT itu sendiri.
  • PT memiliki aturan jelas untuk modal minimal, yaitu Rp. 50juta. Sedangkan CV tidak terikat dengan besarnya modal minimal.
  • PTd alam proses pendiriannya wajib menyetorkan modal dasar ke Perseroan minimal 25%, sedang CV tidak ada ketentuan tersebut.
  • Dalam mendirikan PT komposisi setoran modal masing-masing pendiri tersebut harus jelas dalam anggaran dasarnya, sedang CV tidak perlu penyebutan komposisi tersebut.
  • Dalam PT  perlu menyebutkan klasifikasi saham, hak-hak yang melekat pada saham, nomisal saham. Sedangkan dalam CV hal seperti itu tidak ada.
  • CV didirikan minimal oleh 2 orang, yaitu yang pertama selaku persero aktif yang mengurusi dan sekaligus menjadi Direktur, dan yang kedua yaitu persero pasif atau disebut persero komanditer dimana dia hanya bertindak sebagai penaruh modal saja tanpa terlibat langsung dalam kegiatan bisnis CV tersebut. Persero Aktif bertanggungjawab atas tagihan/hutang pihak ketiga sampai pada harta pribadinya, sedangkan persero pasif bertanggungjawab hanya sampai pada modal yang dia setorkan saja.
  • CV dan PT sama-sama dipersyaratkan untuk kerjasama dengan pemerintah atau ada bantuan asing melalau unit di pemerintahan.
  • Dari segi permodalan, pada PT pemegang saham terbesar berhak mengintervensi manajemen. Sedang CV, hanya persero pasif yang berhak mengatur arah manajemen.
  • Dalam mengikuti tender proyek pemerintah, bantuan asing, dll, ada syarat tertentu berkaitan dengan nilai kontrak tender, misal nilai kontrak 10 milyar hanya PT yang boleh mengikuti, sedang CV tidak bisa.

Nah, sudah tahu kan kapan ambil CV atau PT ? Rata-rata untuk UKM banyak yang menggunakan CV untuk tender proyek.

Terus apakah jaminan jika sudah CV atau PT maka manajemennya akan bagus?

Sama sekali tidak ada kaitan antara bentuk badan usaha dengan manajemen. Maksudnya adalah belum tentu PT manajemennya akan lebih bagus dari CV maupun usaha perorangan.

UD, PT, CV itu pada dasarnya hanya berbeda di hukum (hutang, pailit). Jadi ini masalah di penghitungan aset saja. Nah manajemen yang bagus itu jika pelaporan keuangannya sudah akuntabel, gaji standar atau di atas UMR, karyawan kerjanya bagus dan bersemangat. Jadi tidak bisa dikatakan kalau PT itu pasti manajemennya lebih bagus dari UD dan CV. PT itu lebih ke masalah permodalan, masalah hukum, pengelolaan aset dll.

 

Bagaimana agar manajemen bisa bagus ?

Berbicara mengenai manajemen berarti ada kaitan dengan sistem. Agar sistem bisa “work on business”, maka semua hal yang biasanya Anda lakukan mulailah Anda delegasikan ke orang lain. Misal pada marketing, mulai Anda percayakan kepada karyawan khusus untuk marketing. Bagian penagihan Anda percayakan ke staf accounting. Hal ini hanya bisa dilakukan kalau anda membuat job description keahlian yang jelas : yang tanda tangan kontrak siapa, yang mencari konsumen siapa (bagian pemasaran), yang bayar pajak siapa, yang bayar gaji dan mengurusi kesejahteraan karyawan siapa dlsb.

Jadi sebenarnya pemimpin itu kerjanya cuma mengalihkan pekerjaannya ke orang lain. Enak kan ? Jadi bukan ONE MAN SHOW guyz!

Manajemen orang itu tidak semudah manajemen mesin. Manusia itu punya kebutuhan rohani dan jasmani. Anda harus tahu itu. Jangan berpikiran bahwa setiap orang itu kalau digaji besar maka dia akan bekerja serius… OH noooo!!!! Jika Anda bisa mendapati orang seperti itu, maka Anda akan celaka. Kenapa ? karena orang seperti itu hanya bekerja untuk uang saja… begitu dapat pekerjaan yang lain dengan gaji lebih tinggi, maka dia akan lari .. dan Anda akan ditinggalkan.

Jadi karyawan itu bukan butuh uang saja, tapi butuh kenyamanan juga. Makanya manajemen personalia harus bagus. Buat mereka bangga dengan baju kerja yang bagus, kantor yang nyaman.. Maka lambat laun itu akan membuat customer bangga pula. Jadikan perusahaan Anda menjadi kebanggaan bagi banyak orang.

Semoga bermanfaat!

Apr
2

Investasi Rumah, Aset atau kewajiban ?

Number of View: 1203

Menurut Robert T Kiyosaki, aset adalah apapun yang membuat uang masuk ke dalam kantong kita. Sedang kewajiban adalah apapun yang menyebabkan uang keluar dari kantor kita.

Menurut pandangan akuntansi pada umumnya, rumah itu disebut aset. Padahal belum tentu!

Jika kita mencicil rumah lalu dipakai oleh saudara sementara kita tetap harus bayar listrik dlsb, maka itu masih disebut sebagai kewajiban. Tapi jika kita mencicil rumah lalu kita jadikan kost-kostan, apakah akan menjadi kewajiban ? Belum tentu, karena bisa jadi hasil dari kost kostan bisa menutupi cicilan rumah bahkan berlebih. Ini baru yang disebut dengan ASeT.

Ada orang yang bilang bahwa kalau sudah beli rumah secara cash berarti itu aset. Belum tentu! Kalau dari rumah itu malah kita keluar uang terus, maka itu akan jadi kewajiban.

Lalu bagaimana dengan mencicil mobil, apakah bisa disebut aset ?  Belum tentu! Jika Anda beli mobil hari ini, maka tahun depan harganya akan turun 10%, 2 tahun kemudian akan turun 20%. Kalaupun Anda cicil, bunganya sangat tinggi, sedang harganya turun terus, maka kewajiban Anda akan berlipat ganda.

Jadi sebenarnya yang boleh kita cicil secara konsumtif satu-satunya adalah RUMAH. Kenapa ? Karena rumah meskipun kita cicil, kita tempati, bisa jadi suatu ketika kita jual, harganya bisa naik tinggi. Tapi jika mobil, maka setiap tahun harganya akan terus turun.

Tapi sebenarnya pembelian rumah itu untungnya adalah pada saat membeli. Kenapa ? karena meski pada waktu dijual harganya jadi naik, kenaikan itu juga seiring dengan laju inflasi. Jadi kalau begitu, maka agar Anda untung, belilah rumah atau tanah dengan harga di bawah harga yang seharusnya. Misalnya lebih rendah 50%, maka Anda akan untung saat menjualnya nanti.

Jadi, perkecil kewajiban Anda dan perbesar aset Anda, maka uang akan terus masuk ke kantong Anda. Pintar-pintarlah dalam membeli sebuah aset, agar saat dijual kemudian Anda bisa untung banyak.

Sumber : audiobook business revolution track 2 by Tung Desem Waringin.

Follow us on Twitter! Follow us on Twitter!
Twitter Update

AudioBook Internet Marketing

Saya sudah membuat sebuah audiobook internet marketing untuk Anda. Silahkan download gratis dengan mengetikkan Nama dan Email Anda di bawah ini :
Nama Depan :
Email Utama :


Sponsor

Rahasia Flip Klik Disini

distributor avail

pasang iklan efektif dan efisien
Seluruh isi iklan adalah tanggung jawab pemasang

Promosikan Usaha Anda di sini

Layanan Kami

Yahoo Messenger!



Layanan YM tersedia untuk pertanyaan seputar layanan yang kami jual, bukan pertanyaan tentang artikel umum kami

Radio Streaming

ADAbisnis.com Radio
Get the Flash Player to hear this stream.

Streaming Radio Suara Mahakam Samarinda


Streaming Provider by :
KLIKHOST.com

Advertise

forummarketingcash.com Klik Disini

Cara membuat radio streaming

Jasa pembuatan radio streaming

radio streaming murah

cara hidup sehat

bisnis dari rumah

deposito bunga tinggi

Pengobatan Hepatitis B

Tiket Pesawat Online

SEWA MOBIL SOLO


Seluruh isi iklan adalah tanggung jawab pemasang
Mau pasang backlink di sini? Cuma 20rb/bln
eXTReMe Tracker

Fans Page

Artikel Terbaru

Popular post by view