4 Langkah Membuat Toko Online Modal Kecil

Posted on Updated on

Beberapa waktu lalu saya mendengar sebuah cerita seorang pemilik toko online yang sangat gaptek tapi malah sukses dari bisnisnya itu. Malahan dalam setahun ini dia sudah bisa memperkerjakan karyawan. Dan bukti kesuksesannya yang bisa dilihat orang lain adalah adanya sebuah mobil honda jazz baru di rumahnya. Mari simak ceritanya…

Sebut saja Alfa, seorang pebisnis online yang memulai semuanya dari nol. Dia tidak bisa membuat website sendiri sehingga dia harus mengumpulkan uang untuk membayar pembuat web.

Dia tidak menjual produknya sendiri, tapi dia menjual produk orang lain (supplier). “Saya mencari supplier dengan harga termurah, lalu saya jual produknya di toko online saya”, katanya. Istilahnya mungkin seperti reseller atau dropshipper.

Lambat laun dia mulai berpikir bagaimana membuat toko onlinenya ini ramai pengunjung. Dengan hasil yang sudah dia dapat, dia mulai mencari orang yang bisa membuat webnya nomer 1 di google. Bertemulah dia dengan seorang penjual jasa SEO. Dan benar, karena berada di halaman 1 google, banyak sekali orderan yang masuk.

Kini pekerjaan menerima orderan dan memproses orderan sudah didelegasikan kepada karyawannya. Dia sekarang bisa santai mengurusi bisnis-bisnis lain yang menjadi passionnya.

Guys, cerita di atas mungkin juga terjadi di sekitar Anda. Mungkin bukan bisnis di online, tapi di offline. Di depan rumah saya ada seorang wanita pengusaha batu kali yang sekolah SD saja tidak lulus, tapi kini dia punya 2 truk dan puluhan karyawan.

Tentu prosesnya tidaklah pendek dan mudah untuk menjadi seperti itu. Kerja keras, ulet, pantang menyerah, mau menyangkal diri (menunda kesenangan sesaat), tahu mana yang harus dikerjakan sendiri maupun harus didelegasikan ke orang lain. Asal ada kemauan, pasti ada jalan.

Oke, lalu bagaimana caranya Anda bisa memulai toko online dengan modal kecil seperti yang dilakukan Alfa di atas meski tidak memiliki produk sendiri ? Simak tips berikut :

1. Riset pasar

Anda bisa mendalami terlebih dahulu pasar yang Anda mau bidik. Misal, Anda ingin berjualan baju bayi. Coba tanyakan ke teman-teman Anda yang pernah beli baju bayi secara online, apa yang membuatnya tertarik untuk membeli. Dari situ Anda bisa menggali apa yang dibutuhkan oleh pasar sehingga Anda bisa memenuhinya dengan tepat. Anda bisa lakukan hal ini dengan insting Anda sendiri :)

Atau Anda melihat sebuah pasar yang jarang orang mau terjun di dalamnya. Misalnya tentang produk-produk untuk orang dewasa seperti yang dilakukan oleh mas  javas dengan web jamuku.com.

 

2. Mencari Supplier

Jika Anda sudah menemukan pasar atau produk apa yang mau Anda jual, tinggal Anda mencari suppliernya. Anda bisa mencari mulai dari lingkungan sekitar Anda ataupun mencarinya di google.

Anda bisa lakukan seperti yang telah dilakukan mas javas tadi. Anda bisa mengontak beliau untuk menjadi supplier/upline Anda.

Berikut ini beberapa supplier yang bisa menjadi rujukan Anda :

Alat Hemat BBM

Sepatu Safety

Raxu Shoes

Nitro Metal Coating

 

3. Menentukan media

Anda bisa gunakan social network (Facebook profile / fans page, twitter), blog (blogspot, blogdetik, wordpress self hosted, ), forum (FJB kaskus), toko online multiuser (tokobagus, tokopedia), web iklan baris (spyonad) dll.

Seperti contoh yang dilakukan oleh Babyshop beverli, yaitu dengan menggunakan akun profile facebook. Dimulai dari dengan mengADD teman-teman dekat yang kebanyakan ibu-ibu muda. Update foto dilakukan secara sopan dengan tidak meng-tag sembarangan. Barang-barang diambil dari cina langsung sehingga bisa lebih murah.

Tentu jika menggunakan facebook atau media gratisan lainnya akan ada kemungkinan dibanned maupun dihapus. Sehingga pilihan yang paling bagus untuk jangka panjang adalah dengan membuat web toko online berbayar.

 

4. Meningkatkan traffic

Jika traffic toko online Anda tinggi, maka kemungkinan besar penjualanpun juga akan tinggi. Anda bisa menggunakan Jasa SEO (search engine optimization), SEM (search engine marketing), PPC (adwords) maupun facebook Ads.

Tapi jangan lupa bahwa belum tentu traffic tinggi akan meningkatkan konversi Anda. Yang justru jauh lebih penting adalah CRO (Convertion Rate Optimization). Yaitu dengan memperbaiki tampilan web Anda agar lebih elegant, menyediakan live chat customer service, menyediakan rekening bank lebih dari satu (minimal BCA dan Mandiri), menyediakan form email berlangganan dengan autoresponder dll sehingga dengan traffic yang sedikitpun prosentase penjualan sudah cukup bagus.

 

Toko online tidak akan ada matinya. Bisnis yang lain bisa kena banned, anjlok dan tidak stabil, tetapi toko online bisa terus stabil dan meningkat karena tidak “memperkerjakan diri” pada perusahaan lain.

Dengan toko online, Anda membangun network yang bisa setiap saat membeli produk yang Anda tawarkan. Jadi 1 bagian dari 3C (contact, capital, capabilities) sedang Anda bangun.

Dan asyiknya lagi, Anda bisa mendapat uang setiap hari!

Semoga menginspirasi :beer:

6637 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons