Inspiration

Kisah Kuli Bangunan yang menjadi Blogger Sukses

Posted on

Hal yang paling berat dalam berbisnis sebenarnya adalah SAAT MEMULAINYA. Butuh dorongan, butuh motivasi, butuh semangat untuk mengalahkan penyakit “M” alias MALEZZZ.

Nah, kali ini ada video inspiratif dari seorang EKA LESMANA. Blogger yang berbisnis adsense ini bukanlah lulusan kuliahan, tapi hanya lulusan SMP. Penghasilannya pernah mencapai 11K USD atau sekitar 100 jutaan pada tahun 2013. Dulunya adalah angon bebek dan kuli bangunan.

Penasaran videonya seperti apa ?

Silahkan klik link di bawah ini :

==> http://adabisnis.com/lkp/kisah-blogger-sukses/

Bisnis apapun memang membutuhkan KETEKUNAN, ULET dan KERJA KERAS. Kalau EKA LESMANA bisa, maka Anda juga pasti bisa, tergantung ada KEMAUAN atau tidak!

PS : Ingin belajar membangun backlink berkualitas untuk SEO web Anda ? Jangan lewatkan! Download sekarang panduan RAMPAGE SEO

Kekayaan manusia yang terbesar adalah sehat walafiat

Posted on

Hari senin yang lalu saya datang di sebuah tempat panti pijat dan menemukan sebuah hiasan dinding yang bertuliskan : “Kekayaan manusia yang terbesar adalah sehat wal’afiat”

Seringkali kita tidak mampu menyadari bahwa dengan jiwa dan tubuh yang sehat maka kita bisa menjalani dan menikmati hidup ini secara maksimal. Kesehatan ini merupakan ASET TERBESAR KITA … Yes, kalau kita sakit-sakitan, sebanyak apapun uang yang kita miliki, kita tidak bisa menikmatinya secara maksimal.

Sebagai contoh ketika sakit gigi, makan rujak cingur seenak apapun akan seperti serasa makan sandal jepit kan ?? hahaha…. *belum pernah makan sandal jepit sih, cuma sepertinya sama alotnya* #ups

Ini contoh kecil… Masih ada sakit lain yang sederhana tapi membuat kita jadi TIDAK BERSEMANGAT dan TIDAK PRODUKTIF dalam hidup ini. Terlebih adalah penyakit MENTAL (mental blocking).

Sebagai internet marketer, kita juga seringkali terjebak dengan aktivitas di depan komputer melulu…. Bahkan ketika hendak berlibur dengan keluarga, yang ada di pikiran adalah : “Duh, ada orderan nih…. eman kalau ga digarap”, “duh, dapat ide coding nih…. leptop mana leptop.!!!”…. Seringkali kita tidak mampu memisahkan antara kegiatan internet marketing dengan LIBURAN…

Nikmatilah hidup ini, bukan NANTI kalau sudah USIA 50 tahun…. Tapi SEKARANG!!!

Beli apa yang menjadi keinginan Anda sekarang… Misal ingin beli sepeda motor ninja ? Ingin beli mobil honda CRZ ?? Selama Anda mampu, belilah! Jangan tunggu kalau sudah tua….. Investasi sih boleh, tapi menikmati hidup ini tidak harus nanti sewaktu pensiun. Jangan malah beli motor ninjanya saat sudah usia 50 tahun dan bergaya seperti ABG (anak baru gede).

Tubuhpun juga perlu dirawat dan dimanjakan… Usahakan untuk pijat agar aliran darah jadi lebih lancar dan pikiran jadi lebih relax. Perlu creambath atau facial dll.

Saya sendiri 2 hari sekali jogging .. Ga jauh-jauh sih, cukup 2 km… Sambil lihat pemandangan persawahan.. Bukan untuk menguruskan badan, tapi untuk kesehatan…. Kalau mau kurus ya makannya harus dijaga… hehehe

Okay teman, semoga artikel saya ini menginspirasi ANda untuk lebih bersyukur lagi akan setiap karunia yang diberikan oleh Sang Pencipta. Berbahagialah dan bersukacitalah…

Selama masih diberi kesehatan dan kekuatan, teruslah berbagi dan menebar manfaat. Dan saya pribadi akan terus bersemangat untuk menginspirasi Anda!

….HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT ….

5 Hal yang membuat Mark Zuckerberg Sukses dengan Facebooknya

Posted on

Belajar dari orang-orang terbaik di bidangnya adalah cara terbaik untuk mempercepat kesuksesan Anda. Bagi Anda penggiat start-up digital, Anda bisa meniru rahasia di balik kesuksesan Mark Zuckerberg dalam membangun jejaring sosial facebook berikut ini yang disadur dari buku “The Facebook Effect: The Inside Story of the Company That is Connecting the World” karangan David Kirkpatrick.

http://img.prntscr.com/img?url=http://i.imgur.com/WP9Gp52.png

1. PeDe

Zuckerberg punya keyakinan luar biasa bahwa dia mampu membuat impiannya jadi kenyataan

 

2. Cepat selesaikan, jangan tunggu sempurna

Zuckerberg fokus menyelesaikan sesuatu tanpa ditunda atau menunggu sampai sempurna. Jika ada kesalahan, akan selalu bisa diperbaiki kemudian. Filosofinya adalah : “Selesai itu lebih baik daripada sempurna,”

 

3. Fokus pada VISI

Zuckerberg dulu berada dalam posisi di mana tiap orang di sekitarnya mengatakan dia akan gagal dan apa yang ingin dicapainya terlampau tinggi. Zuckerberg memang punya impian besar suatu saat Facebook akan digandrungi banyak orang.

Dia sangat yakin dengan visi itu sehingga menolak Yahoo yang ingin membeli Facebook tahun 2006 dengan harga USD 1 miliar. Visinya terbukti, sekarang Facebook memiliki lebih dari semiliar pengguna dan membuat Zuck kaya raya.

 

4. Tidak hidup mewah

Zuckerberg pernah tinggal di rumah sewaan di dekat kantor pusat Facebook. Penampilannya pun biasa-biasa saja. Padahal jumlah kekayaannya mencapai USD 33,1 miliar.

Zuckerberg juga dikenal sebagai sosok dermawan. Dia ikut program Giving my Pledge yang menyarankan orang-orang kaya menyumbangkan sebagian besar hartanya.

 

5. Ikuti passion, bukan uang

Saat membangun Facebook, uang bukan tujuan utama Zuckerberg. Dia hanya mengikuti passionnya saja. Dia sangat bahagia saat mengoprek Facebook dan menciptakan cara baru untuk membantu orang terkoneksi.

Kesuksesan finansial mungkin akan mengikuti jika seseorang melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan gembira. Jika Zuckerberg membuat Facebook untuk uang, dia pasti sudah menjualnya beberapa tahun lampau.

 

Bagaimana dengan Anda ?

Jangan biarkan “KEMALASAN” bersarang di dirimu

Posted on Updated on

Waktu saya kuliah S1 dulu (tahun 2008 silam) di Program studi Pendidikan Dokter fakultas kedokteran Unibraw Malang, sudah semester 8 tapi Tugas Akhir (TA) tidak selesai-selesai. Sesuatu yang sebenarnya tinggal melakukan saja tapi di pikiran saya terlalu rumit, rumit dan rumit. Hingga akhirnya tidak selesai-selesai.

Saya tahu kalau ini masalah di pikiran saya saja. Ya, saya kuatir tidak bisa mengerjakan statistiknya dan bayangan akan ujian yang mengerikan. Sedang saya adalah orang yang tidak mau sesuatu yang harusnya saya kerjakan sendiri tapi dikerjakan orang lain. Jadi saya mau statistiknya saya kerjakan sendiri.

Akhirnya saya mengundang seorang teman yang bisa statistik untuk mengajari. Namanya adalah David Ruru. Saya undang 2 kali ke kost saya untuk mengajarkan saya bagaimana hitung-hitungan statistik yang benar.

Hingga akhirnya pada saat akhir pendaftaran wisuda gelombang satu, TA saya belum selesai juga. Dalam hati saya “ah, wisuda gelombang 2 aja deh, sekalian memperbaiki nilai yang masih jelek…”. Tapi seorang teman mengingatkan bahwa sebaiknya kuliah harus selesai tepat waktu. Akhirnya waktu yang tersisa tinggal 2 minggu saya kebut untuk menyelesaikan Tugas Akhir. Setiap pagi jam 6 saya sudah menemui seorang dosen pembimbing (beliau adalah seorang yang sederhana dan sangat rajin) untuk mengkoreksi tugas akhir saya.

Saya menghubungi dosen koordinator TA untuk meminta seorang penguji. Saya bela-belain menemui beliau di luar kampus. Saya berkata bahwa saya hanya punya waktu 1 minggu saja untuk bisa ikut wisuda gelombang 1. Yah, dan akhirnya apa yang saya takutkan tidak pernah terjadi. Hampir semua pertanyaan dosen penguji bisa saya jawab dengan baik. Dan saya berhasil ujian TA dengan nilai A.

 

Ada inspirasi apa di balik cerita saya ini?

Seringkali pekerjaan yang harusnya bisa selesai dalam 1 minggu, tapi kita menunda-nunda terus hingga berbulan-bulan. Sebuah pekerjaan yang kalau kita benar-benar niat untuk mengerjakannya, bisa selesai dalam sehari dua hari.

Jika Anda saat ini sedang malas-malasan, Anda harus bangkit melawannya. Ya, jangan biarkan “kemalasan” bersarang didirimu. Katakan “GO, GO, GO!!! Harus cepat selesai”. Sesuatu kalau ditunda-tunda terus malah akan menumpuk dan pikiran Anda jadi ruwet.

Raja Salomo pernah berkata :

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

Tuhan telah memberikan tools (alat-alat) untuk kita bisa sukses, yaitu tangan, kaki, otak dll. Tinggal kita mau bertindak atau tidak. Itu adalah inisiatif Anda sendiri. Jangan pernah berharap “sesuatu tiba-tiba jatuh dari langit” padahal kita bisa mengambilnya sendiri.

Seorang milyuner di negeri ini pernah berkata “Saya tidak pernah membiarkan diri saya bermalas-malasan… Di saat hari sabtu dan minggu (week end) orang liburan, saya justru bekerja lebih keras dan keras lagi”.

Mungkin Anda menyeletuk : “Kalau jadi wirausaha harus berjuang terus, kapan menikmatinya?”

Yang nikmat dari wirausaha adalah justru PROSES perjuangannya!.

Selamat berjuang!