Shared Hosting Cloud Linux : Shared hosting rasa VPS

Posted on Updated on

Apa itu cloud linux ?

Cloud Linux adalah sebuah sistem operasi berbayar berbasis CentOS. Yang membedakan sistem operasi ini dengan yang lainnya adalah adanya LVE.

Cloud linux membuat sebuah ruangan virtual untuk masing-masing akun / user cPanel dan mengijinkan admin sistem untuk membatasi jumlah resources pada masing-masing user. Iniah yang membedakannya dengan script sejenis PRM (Process Resource Monitor).

Mengapa cloud linux?

Di dalam server konvensional, tidak ada pembatasan resources untuk masing-masing user (user di sini adalah 1 akun cPanel, bukan 1 domain).

Masalah utama resources adalah dari penggunaan CPU, IO disk, query MySQL yang buruk dan script yang jalan lainnya. Sebelum cloud linux ada, hal ini seperti permainan antara kucing dan tikus. Admin sistem mendapat email pemberitahuan mengenai user yang menyebabkan server load, lalu ia login ke WHM dan segera mensuspend user tersebut.

User tidak nyaman karena disuspend. Admin sistem juga jadi kerja ekstra karena harus mensuspend user… ckckck. Kucing VS Tikus!

Dengan adanya cloud linux, maka hal itu tidak  masih lagi terjadi. Jika 1 user menyebabkan load, maka tidak juga akan mempengaruhi resources secara keseluruhan lambat laun karena user tersebut akan terlimit oleh resources untuk dirinya sendiri. Sehingga tidak perlu disuspend, tetapi aksesnya/prosesnya akan jadi lemot atau bahkan muncul halaman error seperti berikut :

1. Internal Error 500

2. Gateway Timeout 504

3. Service Unavailable 503/508

Kalau Anda mendapatkan halaman error seperti itu, berarti resources yang Anda dapatkan sudah mentok.

 

Simulasi LVE

https://lh4.googleusercontent.com/_9W8681AXnyo/TdSJwawmzOI/AAAAAAAAAfA/fDfHcv_hiz4/s640/cl.png

Gambar kiri adalah OS konvensional dimana jika terjadi overload yang disebabkan oleh salah satu user, maka akan berefek pada keseluruhan server.

Sedang pada gambar kanan adalah gambar ilustrasi CloudLinux dengan LVE yang dibatasi berdasarkan ruang-ruang virtual. Sehingga semua user mendapat jatah resources maksimal yang sama dan apabila terjadi overload hanya akan berefek pada user itu sendiri.

LVE, singkatan dari Lightweight Virtual Environment, adalah pendorong dari teknologi CL (Cloud linux) ini. LVE, yang dikembangkan secara ekslusif oleh tim cloud linux, adalah sebuah teknologi level kernel yang menangani isolasi dan monitoring resource.

Jadi LVE menggabungkan bersama teknologi yang disediakan oleh modul Apache dan kernel linux.

 

LVE dan cPanel / WHM

CL  telah mengembangkan sebuah plugins yang dapat digunakan secara khusus untuk cPanel/ WHM. Instalasinya melalui yum. Plugin ini berguna untuk melihat resources secara akurat, dan juga untuk mengedit batasan LVE default dan individual.

https://lh5.googleusercontent.com/_9W8681AXnyo/TdSX6MJA_2I/AAAAAAAAAfQ/Tk2w3dw1SjU/CL2.jpg

Gambar di atas adalah gambar yang ada di cPanel user. Anda bisa melihat CPU Usage dan entry processes.

Jika semisal dari 1 CPU Anda mendapatkan maksimal resources 25%, yang itu berarti 100% CPU Usage Anda, maka jika ada 1 proses yang jalan, proses itu akan menggunakan 100%.

Bagaimana jika ada 4 proses yang jalan? maka masing-masing akan mendapatkan 25%. Dan itu artinya apa? semakin banyak proses, maka semakin lama juga semua proses itu akan selesai. Hasilnya => lemot.

 

Kesamaan shared hosting cloud linux dengan VPS

Dengan pembagian resources sesuai porsinya per akun, itu artinya ketika pembagiannya sudah memenuhi, maka tidak bisa membuat akun cpanel lagi, sehingga tidak bisa overselling. masih tetap dimungkinkan untuk melakukan overselling.

Analoginya seperti ini :

Ada sebuah roti. Dibagi-bagi untuk 8 orang. Berarti per orang mendapatkan 1/8. Tapi masing-masing user diperbolehkan menghabiskan hingga 1/2 jika orang yang lain tidak memakannya.

See ?

Sama halnya dengan VPS, jika resources / memori yang digunakan sudah habis terbagi, maka tidak bisa dibuat lagi. Tapi hal ini masih bisa diatur tergantung kebijakan dari hosternya, apakah memori per user dibatasi atau tetap equal shared.

Meskipun cloud linux dapat membatasi resources per user, tetapi kenyataannya memang cloudlinux masih bisa dioversell. Jadi resources per user itu adalah UP TO. Artinya kalau dikasi 12,5% misalnya, itu adalah UP TO 12,5%. x_x

Sehingga jika ada satu user yang sering mentok resourcesnya, lama-lama juga akan mempengaruhi server secara keseluruhan. Jadi hasil akhirnya bisa disuspend!

 

Real case

Shared hosting yang menggunakan cloud linux disebut shared hosting cloud linux (bedakan antara shared hosting cloud linux dengan cloud hosting, dua hal yang tidak sama). Dengan cloud linux, maka Anda akan menikmati shared hosting “serasa” VPS.

Blog ini sudah menggunakan cloud linux. Jika Anda mendapati akses ke blog ini rasanya lambat dari biasanya, itu bukan karena servernya yang lambat, tetapi mungkin karena resources untuk blog ini sedang full 100%. Tunggu beberapa saat atau reload aja.

Terus bagaimana jika resourcesnya sudah sering mentok 100% ? Ya solusinya adalah upgrade ke VPS yang mantef tentunya.

 

Hosting pakai cloudlinux, tapi kok disuspend ?

Hmmm….. sudah bayar mahal-mahal untuk sewa hosting cloudlinux, eh masih disuspend. Kenapa ya ?

Hehehe…. Begini gan, jika blog agan sudah sering mentok resourcesnya, lama-lama juga akan menghabiskan resources server lo. Akibatnya, akun agan juga akan disuspend.

Kalau mau nikmati VPS, ya sewa aja VPS yang XEN/KVM… Lebih rasional gan.

 

Kesimpulan

Jadi, cloud linux adalah sebuah solusi yang memudahkan admin server karena tidak perlu kelabakan untuk mensuspend user yang menyebabkan overload. Dan untuk user, tidak perlu pening lagi akibat suspend tiba-tiba.

Tips untuk Anda dalam memilih layanan cloudhosting :

1. Lihat berapa resources yang Anda akan dapatkan.

Rata-rata 25% dari 1 CPU. Tapi ada juga yang cuma 10% – 15%.

Pilihlah yang besar tentunya, tetapi harganya pun juga lebih mahal.

Besarnya resource CPU itu tergantung dari banyaknya core processor server.

 

2. Lihat berapa limit memorinya.

Memang memori besar tidak selalu dibutuhkan jika servernya menggunakan litespeed apalagi.

Tapi jika memang traffic web Anda besar, tentunya memorinya juga butuh besar.

Rata-rata layanan cloudhosting memberikan batas maksimum memori 1 Giga. Tapi ada juga yang hanya memberikan 384 Mb.

Haia…. Tapi adakalanya diset 1 Giga per user, tapi limit ini tidak diaktifkan… x_x

 

3. Lihat berapa limit prosesnya.

Ada yang memberikan limit prosesnya hanya 20, ada pula 25. Tergantung berapa banyak Anda menjalankan script. Untuk blog ini sendiri 50 aja sering mentok.

Proses ini misalnya ada 25 user secara bersamaan membuka blog, itu berarti ada 25 proses bersamaan.

 

KLIKHOST.com menawarkan shared hosting berbasis cloud linux.

Klikhost.com, sebuah hoster terkenal di Indonesia, telah menyediakan shared hosting cloud linux dengan fasilitas : R1soft back up (7 day – daily back up), softaculous, fantastico, LiteSpeed. Ditangani oleh tim administrator yang handal menjadikan layanan klikhost dapat dihandakan pula dengan jarang sekali down dan aksesnya yang sangat cepat.

Silahkan order di sini!

5662 Total Views 2 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons