Hati-Hati Belanja Barang Pecah Belah & Elektronik di ONLINE

Posted on Updated on

Saya beberapa kali belanja di marketplace besar, salah satunya yang sering muncul iklannya di tivi. Marketplace ini dulunya sepertinya menjual barang sendiri, tapi sekarang mereka lebih banyak merchant / pihak ketiga yang menjual barang.

Pertama saya belanja panci merek terkenal, dan apa yang terjadi ketika sudah sampai ? PEYOK!

Ya memang, untuk barang pecah belah dan logam yang mudah peyok seharusnya pakai packing kayu. Tapi tentu biaya pengirimannya jadi lebih besar kan? Itu saja sudah Rp. 300.000,- untuk transportnya, apalagi kalau packing pakai kayu ? Nah ini yang harus dipikirkan baik-baik! Jangan tergoda dengan harga yang murah atau harga promosi! Biasanya nih ibu-ibu yang tidak bisa tahan dengan godaan seperti ini :(

Dan ternyata, setelah dihitung-hitung, tutup pancinya kurang 3. Padahal niat hati ingin membahagiakan istri, tapi dia sendiri akhirnya kecewa.

Nah yang kedua adalah barang elektronik berupa alarm pintu dan pembunuh nyamuk elektronik. Untuk alarm pintu, barangnya seperti sudah lama di gudang, ada kotorannya… Hadeh…. Mana tidak berfungsi lagi. #kapok

Dan untuk pembunuh nyamuk elektronik, lampu UVnya pecah… Yah, harga memang murah sih, tapi kalau pecah ya tentu saja tidak bisa digunakan.

lampu pecah

Tapi ada satu barang lagi yaitu pembunuh nyamuk elektronik lainnya yang masih berfungsi. Sekalipun packingnya biasa, tapi sama penjualnya dikasi banyak penahan goncangan. Dan ini saya salut sekali karena barangnya masih berfungsi.

 

Apakah beli baju online juga aman ?

Saya juga pernah belanja baju. Dan ternyata : GAMBAR dan BARANG tidak SESUAI! KECEWA! Kali ini memang bkn di marketplace, tapi di penjual online via bbm. Dan setelah komplain ke penjualnya, si penjual cuma bilang : Yah kalau harga segitu ya cuma dapat yang seperti itu! #plak

Ada juga seorang teman beli powerbank di marketplace besar tersebut. Tulisannya 30.000 mAh, tapi cuma bisa buat ngecharge hape sekali… hahahaha… Ketipu dah… Antara tulisan dan kenyataan tidak sesuai, makhlum barangnya dari negeri sebrang.

Oh ya, sebenarnya markeplace besar itu punya return policy. Tapi jadinya membuang waktu saya saja kalau harus kirim barang. Saya pinginnya sekali beli langsung bisa digunakan.

Saya sudah menyampaikan komplain via email ke marketplace tersebut agar menjaga reputasinya. Ya memang barang dikirim via merchant mereka, tapi setidaknya mereka punya Quality Control.

Dan pelajaran dari sini adalah : BELILAH BARANG ELEKTRONIK dan PECAH BELAH di TOKO TERDEKAT! JANGAN TERGIUR DENGAN HARGA MURAH, Kecuali barang tersebut hanya tersedia di online.

Toko elektronik pasti ada di setiap kota/daerah. Seperti di kota kediri, ada lebih dari 5 toko yang bisa dikunjungi. Panci-panci dan barang kebutuhan rumah tangga juga tersedia di mall-mall.

Jangan lupa pula belanja produk fisik di online dikenakan biaya transport/pengiriman. Barang yang mungkin saja harganya miring, tapi setelah ditambah dengan ongkos kirim jadinya lebih mahal dibanding beli via offline. Kecuali kalau ongkirnya digratiskan.

Untuk marketplace ataupun toko online milik orang Indonesia asli, jangan mau kalah dengan marketplace milik orang asing. Harus bisa menjadi kebanggaan di negeri sendiri!

18734 Total Views 1 Views Today

13 thoughts on “Hati-Hati Belanja Barang Pecah Belah & Elektronik di ONLINE

    Dades Nugroho said:
    Desember 30, 2014 at 03:52

    Benar sekali mas.

    Pengalaman saya baru kemarin awal desember beli powerbank di toko online. setelah barang saya terima eh ternyata barang nya udah rusak, lecet, kusut kyak barang setengah pake. Padahal di toko nya dibilang barang new bukan second.. yah harga lebih murah memang tidak selalu menjanjikan :cd

    yuda said:
    Januari 1, 2015 at 16:50

    iya benar sekali.saya pun kadang demikian ketika ingin belanja online sealalu timbul keragu raguan takut barng tidak sesuai kondisinya dengan di foto

    Techeep said:
    Januari 11, 2015 at 07:35

    Ya, seperti itulah yang namanya online. Pasti ada plus dan minusnya. Dibuat pengalaman saja!

    Motorindo said:
    Januari 25, 2015 at 00:43

    saya pernah beli barang secara online..secara iklane cukup menarik..tapi setelah saya beli…ternyata barang tidak sesuai alias beda jauh sama sperti iklan….

    getrealty said:
    Februari 20, 2015 at 19:21

    Saya kira hampir semua pembeli online pernah mengalami hal-hal seperti yang disebutkan dalam artikel di atas ya. Kalau saya paling sering terjadi adalah gambar/ foto barang dan aslinya tidak sesuai, entah itu warna atau ukuran barangnya. Jadi mungkin barang-barang tertentu saja yang belinya lewat online, misalnya buku.

    adi ardiyan said:
    Maret 12, 2015 at 15:35

    yaaahhh begitulah resiko beli barang online apalagi kalau barang tersebut termasuk barang pecah belah pasti gampang sekali rusak saat proses pengiriman. Harus jeli dalam memilih toko online

    nifs said:
    Maret 16, 2015 at 19:10

    mendingan dipasar aja walaupun pasaran tapi kan resiko nya gk sebesar beli online makasih ya gan tadinya ane juga mau beli online untuk liat article ini

    paksya said:
    Maret 21, 2015 at 19:54

    Setuju dengan kewaspadaannya gan, memang gak ketipu transaksinya tapi ketipu keadaan barang setelah tiba di tempat. Hadeeh…. apalagi yg gratis ongks kirim, bisa2 pakai ekspedisi yang tarifnya paling murah.

    Dyardian said:
    April 7, 2015 at 02:05

    Setelah pada awal bulan maret kemarin saya membeli barang melalui jasa online yang kwalitas barangnya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan, cukuplah sekali saya merugi membeli barang melalui jasa online.

    adi ardiyan said:
    April 29, 2015 at 14:40

    waduh kalau beli barang pecah belah atau elektronik dan Gadget mending beli langsung aja dari pada beli Online.. karena resiko barang rusak saat proses pengiriman lebih tinggi

    Youdie said:
    April 30, 2015 at 13:53

    nice info gan, memang mesti tetap waspada jangan terjebak dengan harganya yang murah.

    mhmn said:
    Mei 5, 2015 at 15:42

    Saya sering belanja online untuk barang electronic. Selama ini belum ada kendala (kerusakan, dll). Menurut saya, satu dari beberapa hal yang harus dipertimbangkan adalah popularitas seller. Selama ini saya hanya beli di 3 seller berbeda yang sekarang sudah menjadi langganan. Untuk barang pecah belah, saya sepakat dengan pernyataan Anda yang tercetak merah diatas. “Beli di toko terdekat”. Untuk barang electronic, sebaiknya sellernya dimata-matai dulu selama beberapa hari dengan mencari tau rating dan dengan membaca pengalaman pembeli di Google.

    Annisa Auliya said:
    Mei 6, 2015 at 19:31

    Iya betul sekali mas, pengalaman saya bukan pada kerusakan barang, tapi saya ketipu, Uang sudah saya trnsfr tapi barang tidak dikirim sesuai yg tlah di janjikan. sejak itulah saya tidak mau balanja online lagi. Terimakasih infonya mas.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons