Kelemahan Shoutcast Dengan Menggunakan Server Localhost

Posted on

http://img822.imageshack.us/img822/4717/shoutcastyellow2.jpgBeberapa rekan-rekan kami web developer radio saat ini masih menggunakan SHOUTcast DNAS server di localhost alias komputer sendiri di studio. Kebanyakan menggunakan Windows.

Saya di sini lebih menekankan untuk membuka “kedok” kelemahannya dikarenakan banyak orang tidak mengetahuinya.

Mitos-mitos yang berkembang antara lain : Biaya membuat server shoutcast di komputer sendiri jauh lebih murah dibanding sewa server relay

Benarkah ?

Kenyataannya tidak demikian.

1. Butuh IP Static

Untuk membuat server shoutcast di komputer sendiri maka dibutuhkan IP static. Paket speedy yang dibawah “Paket Office” rata-rata masih menggunakan dinamic IP (IPnya selalu berubah-ubah setiap saat tertentu). Itu artinya Anda harus mengambil minimal Paket Office yang harganya di atas Rp. 600.000,- bulan. Kecuali jika Anda bisa barter dengan ISP tertentu. :beer:

2. Butuh Bandwidth Besar

Jika radio Anda masih baru, mungkin kebutuhan jumlah pendengar streaming masih sangat kecil. Maksimal 10 pendengar saja sudah cukup.

Tapi apakah Anda ingin membatasi jumlah pendengar jika ternyata pendengar streaming membludak tiba-tiba? Mereka akan kecewa ternyata radio Anda tidak profesional alias ecek-ecek dan tidak visioner.

Saya pernah mendengarkan talkshow di sebuah radio di Jakarta. Saat itu lagi enjoy-enjoynya mendengarkan talkshow. Eh ternyata error. Saya masuk dalam daftar pendengar over limit. Radio tersebut cuma kuat menampung 10 pendengar. Dan saya adalah pendengar di atas nomer 10. Al hasil saya ga bisa mendengarkan lagi.

Perhatikan perhitungan bandwidth dan jumlah pendengar berikut ini :

Jika Anda mensetting streaming pada 24 kbps/mp3/mono, dan Anda setting jumlah pendengar adalah 10 Pendengar, maka Anda butuh bandwidth Up Stream (bukan Down Stream) minimal sebesar : 24 x 10 = 240 kbps. Kalikan dengan 8 maka Paket Bandwidth UP Stream yang dibutuhkan adalah sebesar 2,4 Mbps. Berapa harga paket ini ?? Pasti di atas 2 juta / bulan :beer:

Jika bandwidth up stream Anda hanya 70 kbps, lalu Anda paksakan untuk 10 pendengar, maka dipastikan akan PUTUS PUTUS alias pedot-pedot atau tidak lancar.

Anda bisa tes kecepatan Up Stream koneksi Anda di www.speedtest.net. Pilih salah satu server untuk ping, misal server di Palembang (karena konteks kita adalah jaringan IIX – streaming untuk akses dari Indonesia / lokal). Dan berikut ini adalah screenshoot hasil tes speedy paket familia dari ruang kerja saya. Kecepatan Up Stream (UPLOAD) adalah 0,07 Mbps atau 70 kbps.

http://www.speedtest.net/result/1076462006.png

Berbeda dengan menggunakan server relay, maka Anda cukup butuh bandwidth tunggal sesuai settingan bitrate streaming Anda. Misal 24 kbps, maka butuh bandwidth up streaming minimal 60 kbps.

IP koneksipun tidak berpengaruh saat Anda menggunakan server relay, dikarenakan IP yang untuk pendengar adalah IP server relay, sehingga meski IP koneksi Anda dinamic, yang untuk pendengar tetap static.

Perbandingan biaya dengan menggunakan server relay :

– Koneksi speedy paket familia khusus untuk komputer streaming : Rp. 150.000/bulan

Server relay shoutcast dengan maksimal 100 pendengar : Rp. 50.000/bulan

Total biaya per bulan : Rp. 200.000,-

Sangat beda jauh bukan ?

Semoga ulasan saya di atas bisa menjadi bahan pertimbangan bagi rekan-rekan yang ingin membangun radio streaming.

Bergabunglah di komunitas pecinta Radio SeputarRadio.com. Dapatkan informasi-informasi menarik berkaitan dunia broadcast, hardware dan softaware terbaru.

9386 Total Views 3 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons