Melepas 1 Merpati, Mendapat 1 Kebun Binatang

Posted on Updated on

Sering tidak Anda mengalami dimana dari seorang pelanggan, lalu Anda mendapatkan pelanggan-pelanggan lainnya? Yang notabene adalah teman dari pelanggan pertama tersebut?

Atau Anda pernah order suatu jasa tapi tidak direspon dengan baik oleh penjualnya? Dan anda jadi memberikan testimoni yang buruk kepada teman-teman agar tidak mengambil di situ?

Berjualan memang membutuhkan kesabaran. Memang tidak semua tawaran harus Anda terima, tapi tetap harus Anda responi dengan baik. Mungkin saat ini Anda belum bisa menjawab tawaran itu, tapi bisa jadi di kemudian hari menemukan tawaran yang cocok dari orang yang sama.

Ilustrasi : Ada seorang klien ibu-ibu yang ingin dibuatkan web. Ibu ini ada di luar pulau. Beliau ingin ketemu langsung agar mudah. Sementara kita hanya bisa melayani secara online, kecuali kalau biaya transport dan akomodasi ditanggung. Tapi belum sampai ke situ, kita mencoba untuk menjelaskan agar komunikasi via chat YM saja. Akhirnya harus mengajari dulu bagaimana cara membuat YM hingga akhirnya bisa berchat. Bukan perkara yang mudah mengajari orang yang gaptek. Tapi semua ini terbayar sudah ketika akhirnya ibu itu bisa chat dan DEAL. Namun sesungguhnya masalah tidak hanya sampai di sini saja…. Beberapa kali ibu tersebut menghubungi via chat dan telfon karena webnya error atau minta diajari ini itu dll… Capek rasanya. Tapi ternyata ibu tersebut bercerita ke teman-temannya yang tengah butuh untuk dibuatkan web, dan akhirnya diarahkan ke kita. Kalau saja dari awal sudah menolak ibu ini, mungkin tidak akan mendapatkan peluang-peluang lainnya.

Dari 1 kesabaran dan ketelatenan, bisa mendapatkan peluang-peluang lainnya. Inilah yang saya maksud dengan “melepas 1 merpati, mendapatkan 1 kebun binatang.” Mungkinkah ? Sangat mungkin!

Dari satu orang klien yang puas, maka dia akan mengajak pasukan, yaitu teman-temannya, untuk “memberondong” kita dengan orderan bertubi-tubi.

Mindset seperti ini yang harus Anda tanamkan pada diri Anda sendiri tatkala emosi hampir saja tersulut karena menghadapi pelanggan yang “banyak maunya”. Anda akan merasa lebih tenang dan bijaksana dalam menyikapinya.

4378 Total Views 5 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons