Menyikapi maraknya telfon dari Tele-Marketing

Posted on

Pernahkan Anda ditelfon oleh salah satu provider telekomunikasi yang diiming-imingi tarif flat ? Dan ketika Anda bilang setuju maka tagihan telfon bulan berikutnya akan dihitung flat, padahal tagihan telfon bulanan Anda sebelumnya tidak pernah mencapai angka flat itu?

Ataukah Anda pernah ditelfon oleh marketing sebuah bank dimana Anda menjadi nasabah? Anda ditawari kartu kredit, asuransi atau produk lain karena Anda “telah terpilih”. Wow…

Tips dari saya : Jika Anda masih bingung, atau hal ini begitu mengganggu Anda, maka silahkan tutup telfonnya. Tetapi jika Anda mengerti betul manfaatnya atau pernah mendengar teman yang lain menceritakan manfaatnya, silahkan Anda teruskan mendengar ocehan sang marketing.

Biasanya tele-marketing tidak memberikan kesempatan kepada Anda untuk lama-lama berpikir dalam mengambil keputusan, karena harus saat itu juga. Dan jika Anda bilang “saya masih belum perlu”, maka akan diceritakan lagi manfaat-manfaatnya, dan kerugian jika tidak Anda ambil. “Dengan hanya membayar premi 76ribu/bulan, Anda akan diproteksi terhadap segala kecelakan yang menimpa Anda….. Bandingkan dengan apa yang Anda bayar dan apa yang Anda dapat”.

Atau seperti ini “Pak, jika Anda mengambil tarif flat ini maka Anda akan mendapat gratis telfon ke seluler sekian menit…. dst. Ini jelas lebih banyak manfaatnya pak”.

Dan perlu diingat bahwa dalam tele-marketing, persetujuan Anda direkam dalam voice recorder. Tidak perlu tanda tangan hitam di atas putih.

Kasus yang tarif flat, saya akhirnya menelefon ke call centernya, dan meminta untuk berhenti, tapi call center tsb kembali menceritakan manfaatnya sampai berputar-putar. Akhirnya saya tegaskan “Maaf, saya minta sekarang juga untuk dikembalikan ke tarif normal”. Dan bulan berikutnya tagihan telfon kembali normal.

Semoga bermanfaat!

562 Total Views 10 Views Today

Leave a Reply