Jual VCC untuk verifikasi PayPal. Murah, hanya 80rb atau $ 8.9 via Paypal. Valid selama 1 tahun.
Powered by MaxBlogPress  

Tag: penipuan



6 Jun 09

ibu mulyasari dan anaknya

Menulis keluhan malah dibui. Itulah kejadian yang dialami oleh Ibu Prita Mulyasari (31), karena pengaduan yang dituliskan ke customer care (customer_care@banksinarmas.com) bahwa RS OMNI Internasional telah melakukan penipuan, malah dituduh telah melakukan pencemaran nama baik.

Kisah Prita bermula saat ia dirawat di unit gawat darurat RS Omni Internasional pada 7 Agustus 2008. Selama perawatan, Prita tidak puas dengan layanan yang diberikan. Ketidakpuasan itu dituliskannya dalam sebuah surat elektronik dan menyebar secara berantai dari milis ke milis.

Surat elektronik itu membuat Omni berang. Pihak rumah sakit beranggapan Prita telah mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut beserta sejumlah dokter mereka. Seperti apakah surat Prita yang membawanya ke penjara?

Berikut ini adalah surat prita.

RS OMNI DAPATKAN PASIEN DARI HASIL LAB FIKTIF

Prita Mulyasari – suaraPembaca

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.
dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa BAB (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og (Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan ? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohong besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@ yahoo.com
081513100600

Pihak RS OMNI Internasional juga telah menulis surat bantahan di media koran. Mereka menuntut permintaan maaf pada ibu Prita yang akhirnya bu Prita malah dijebloskan ke dalam Penjara.

http://img158.imageshack.us/img158/8499/kompasbantahanprita1080ek7.jpg


Semoga kejadian ini tidak berulang lagi. Hipocrates menulis “kesehatan pasienku adalah prioritas utama”… kalau kesehatan sudah jadi bisnis (komersialisme), akhirnya siapa yang dirugikan? pasien juga.

Semoga kita sebagai para tenaga medis bisa berkaca atas setiap keluhan pasien.

VN:F [1.7.2_963]
Rating: 8.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.7.2_963]
Rating: 0 (from 0 votes)
number of view: 171

Kata Kunci dari Search Engine untuk artikel ini :

alamat e-mail pritha (1), gara-gara kirim email ibu prita dijebloskan ke dalam bui (1), KETIDAKPUASAN PELAYANAN PRIMA DI RUMAH SAKIT KARIADI SMG (1), komplain kucing specialis hospital (1), prita mengirim email (1)

Filed under: Info, Kesehatan, internet

Trackback Uri






1 Feb 09

Gempar.com adalah adalah script developer Indonesia yang “menjual” berbagai script PHP dan template web secara online.

Developer yang satu ini memiliki kecenderungan untuk ber-”bisnis” dengan menggunakan berbagai trik scam (penipuan) yang tidak etis, diantaranya adalah:

1. Dapat dikatakan tidak ada support.

Di websitenya memang terlihat seolah-olah ada banyak jalur support (via mail form, telepon maupun YM), tetapi semuanya hanya pajangan untuk meyakinkan dan menjebak calon customer karena sebenarnya tidak akan pernah ditanggapi.

Khusus untuk calon customer potensial agar terbujuk membeli, maka email kemungkinan besar memang akan ditanggapi, tetapi setelah membayar (membeli) dan menjadi full member, maka jangan pernah berharap akan ada support lagi.

Bahkan dengan sengaja Gempar.com menipu seluruh pengublogspot.com/_v2DaLdPx_yw/SYPn3fmpUnI/AAAAAAAAABM/VYCONE-4i0k/s1600-h/Gempar+-+Statik.png” onblur=”try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}”>njung websitenya dengan memasang ikon YM palsu yang dihost sendiri dengan ikon/gambar statik (dapat dilihat dengan “view source” pada code HTML main page-nya) agar mengesankan customer service-nya selalu online walaupun pada kenyataannya hampir selalu offline.

2. Penipuan klaim script versi “baru”.

Sama kasusnya seperti ikon YM, Gempar juga selalu memasang ikon “NEW” di semua scriptnya dan bahkan dengan sengaja mengubah nomor versi scriptnya dengan yang lebih tinggi (misalkan versi 7 menjadi versi 8), walaupun pada kenyataannya sebenarnya script tersebut hampir tidak pernah ada update yang dapat dirasakan.

3. Penipuan klaim “update gratis selamanya”.

Untuk kasus nomor 2 diatas, bisa jadi memang sebenarnya ada script versi baru, tapi jika memang benar demikian, maka script baru tersebut hanya dapat diakses oleh member yang juga baru membeli script pada saat script versi baru tersebut telah released. Untuk member lama, script yang dapat diaksesnya masih tetap saja script yang versi lama seperti saat dibelinya dulu.

Mungkin ini dimaksudkan agar members-nya selalu kembali membayar untuk memperoleh script versi baru tersebut. Padahal di websitenya dengan jelas Gempar telah menyatakan bahwa seluruh members-nya akan memperoleh update gratis selamanya.

4. Penyisipan backdoor dalam script.

W A R N I N G !

Mungkin ini adalah fakta yang paling meng-Gempar-kan! Dalam scriptnya (SMUO), Gempar selalu memproteksi beberapa file inti yang menyimpan fungsi-fungsi utamanya (di dalam folder “fungsi”;). Setelah proteksi itu dibuka baru terlihat bahwa sebenarnya Gempar dengan sengaja telah membuat dan menyisipkan fungsi sangat jahat berupa backdoor atau exploit yang dapat digunakan olehnya untuk mengakses semua website pengguna scriptnya, dengan kekuatan seperti admin untuk mem-browse file dan folder, membukanya dan mengakses database serta menampilkannya bahkan hingga menghapusnya secara total.

Agar dapat melihatnya sendiri, silakan download script SMUO dibawah ini dengan gratis tanpa perlu membuang uang sia-sia hingga sebesar Rp. 400.000 (untuk perbandingan dan menguji keasliannya, di dalamnya telah disertakan kedua script baik yang masih diproteksi maupun yang telah dibuka proteksinya – keduanya dapat dijalankan dengan mekanisme yang sama persis, karena pada dasarnya memang tidak ada perbedaan, kecuali password backdoor pada script yang telah dibuka proteksinya, telah diubah demi security, karena jika tidak maka siapapun akan dengan mudah dapat menghancurkan website manapun yang menggunakan SMUO).

Script SMUO ini diperoleh langsung dari dalam members area Gempar pada akhir Januari 2009 yaitu saat versi 8.00 telah secara resmi diumumkan di website Gempar, sebelum akhirnya account saya dibekukan, mungkin karena Gempar menganggap saya terlalu “kritis” dalam melayangkan complain.

Saya tidak dapat menemukan penambahan fitur apapun antara SMUO versi 7 maupun versi “baru” ini (versi 8). Terus terang saya sendiri kurang mengetahui dengan pasti apakah Gempar memang hanya melakukan mark up nomor versi, atau memang ada versi baru yang sesungguhnya, yang hanya dapat diakses oleh members yang baru bergabung setelah keluarnya versi baru tersebut. Tetapi yang jelas, apapun alasannya, tetap saja Gempar.com melakukan kebohongan publik dan penipuan (seperti telah disebutkan pada point nomor 2 atau 3 diatas).

Walaupun hanya script SMUO yang dicontohkan, tetapi saya yakin bahwa dengan reputasi Gempar yang seperti ini, maka sebenarnya semua script dari Gempar dan semua versi mendatang (jika ada) juga pasti telah dan akan disisipkan backdoor. Jadi berhati-hatilah.

Jika anda memiliki script SMUO versi baru yang sesungguhnya dari Gempar (yang memang ada perbedaan dan banyak penambahan fitur seperti randomizer jika dibandingkan dengan versi yang ada di blog ini), silakan kirimkan pada saya di email yahoo: gempurgempar dan untuk anda, akan dengan segala senang hati saya kirimkan kembali script milik anda yang telah dibuka proteksinya (dan sekali lagi, dengan gratis tentunya).

5. Tidak ada garansi apapun.

Setelah menyadari semua kecurangan dan kelicikannya diatas, dengan sangat susah payah akhirnya saya berhasil juga mengontak Gempar untuk meminta garansi dan pertanggungjawabannya. Hasilnya? Seperti point nomor 1 diatas, kembali tidak ditanggapi dan bahkan account membership saya dihapus begitu saja hingga akhirnya saya putuskan membuat blog ini agar tidak ada lagi yang menjadi korban dari penipu ini.

source : http://gempurgempar.blogspot.com

internetscamwatch

VN:F [1.7.2_963]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.7.2_963]
Rating: 0 (from 0 votes)
number of view: 302

Kata Kunci dari Search Engine untuk artikel ini :

gempar com (7), autoresponder gempar (3), waspada masterwebnet com (2), gempar com scam (2), waspada masterwebnet (2), membongkar script php untuk adsense (1), membeli script (1), scam dampaknya (1), scam smuo (1), script autoresponder gempar (1), script blog gempar (1), script cek domain (1), script gempar (1), script gempar gratis (1), script gempar gratis download (1), script smuo gempar tanpa backdoor (1), script toko online gempar vs 6 gratis (1), setting ioncube dihosting (1), sricpt autoresponder gempar com (1), masterwebnet penipu? (1), harga ufs micro ori 120 kabel bandung (1), autoresponder gempar com (1), ayo hack gempar com (1), cara download produk gempar (1), cara enkripsi script php (1), cara membongkar script php yang diproteksi (1), cara memproteksi agar ip and mac address kita nggak dibajak (1), download aplikasi membongkar enkripsi (1), download database smuo gempar com (1), download gratis script SMUO gempar (1), DOWNLOAD LINK SCRIPT GEMPAR (1), exploit script smuo (1), facebook script scam (1), GEMPAR com PENIPU (1), gempur bonus gempar blogspot (1), hacking admin gempar com (1), ahmad fami chumaidhy (1)

Filed under: Uncategorized

Trackback Uri




Powered by Olark