Mengamankan Komputer / Laptop dengan DeepFreeze
Number of View: 46548
Alih-alih supaya komputer ataupun laptop aman dari serangan virus, penggunaan antivirus malah justru membuat komputer jadi lemot. Sudah diinstal lebih dari 1 antivirus, tapi virus, spyware, trojan masih tetap lolos, apalagi kalau sering terkoneksi dengan internet. ![]()
Laptop saya yang selama ini tanpa antivirus akhirnya harus diinstal ulang lagi karena sistem sudah tidak stabil lagi akibat virus. Seperti : tidak berfungsinya copy paste, explorer tidak bisa dibuka, dan sering hang. Saat dibuka task manager, ada program yang tengah berjalan lagi membuka sebuah alamat URL tertentu. Wow…apaan nih…
Saya pribadi paling males kalau harus menginstal Antivirus, apalagi yang gratisan. Karena netbook saya ini sudah memorinya terbatas, ditambahi program yang berat-berart seperti antivirus bakalan lebih runyam nantinya.
Alhasil, saya disarankan oleh teman saya untuk menginstal program bukan antivirus. Fungsi dari program ini adalah untuk mengembalikan sistem ke semula setelah direstart. Jadi ketika ada virus yang berhasil memasuki sistem, setelah direstart, virus itu akan bersih kembali dan sistem akan normal seperti sedia kala. Inilah uniknya software ini.
Software ini bernama Deep Freeze. Para pemilik warnet pasti sudah tidak asing lagi dengan software ini.
Mungkin dari Anda juga sudah ada yang mengenal software Deep Freeze, suatu software Pembeku Program di Hardisk yang akan membekukan setting dan konfigurasi pada System Operasi Komputer atau Drive di Hardisk pada saat Deep Freeze diaktifkan (Frozen). Cara kerjanya dengan cara meng-copy dan menyimpan semua konfigurasi sistem yang ada dalam System Operasi Windows. Bila terjadi perubahan konfigurasi, entah karena ada software yang baru diinstal, atau karena ada virus yang masuk, maka ketika komputer direstart konfigurasi sistem akan kembali ke keadaan semula .
Jadi semua perubahan yang dilakukan sesudah Deep Freeze di instal/aktif, baik instalasi maupun data file di komputer yang menggunakan Deep Freeze hanya bersifat temporary/sementara. Semua itu akan hilang atau uninstal ketika komputer tersebut di restart.
Apakah file yang kita simpan setelah direstart akan hilang juga?
Yaps… Jika Anda menyimpan file tersebut di drive di mana Anda mengaktifkan Deep freeze, maka file tersebut akan hilang setelah direstart. Nah, supaya file tetap tersimpan, ya jangan simpan file tersebut di drive dimana Anda mengaktifkan deep freeze. Di drive selain C / system misalnya.
Bagaimana cara menginstal deep freeze?
Anda tinggal download softwarenya di sini. Lalu ekstraks. Kemudian klik untuk instal. Setelah instal selesai, buka softwarenya. Lalu ada pilihan, drive mana yang akan dibekukan (deepfreeze), pilih yang C saja. Karena kalau semua Anda pilih, maka file-file data Anda yang di D atau E ketika Anda tambah atau rubah, sesudah di restart akan kembali lagi seperti sedia kala. Viruspun kebanyakan menyerang file sistem di drive C kok.
Setelah instalasi selesai, Anda diminta untuk memasukkan password deep freeze. Berikan password yang hanya Anda sendiri yang mengetahuinya. Karena jika tidak, pastinya pengguna akan mudah untuk menerka password anda.
Password ini berguna untuk mengaktifkan dan menonaktifkan deepfreeze. Setelah itu Anda kan masuk ke windows, tanda kalau deep freeze telah terinstall dan aktif adalah : pada systray windows Anda muncul ikon deepfreeze (Gambar beruang kutub).
- Deep Freeze aktif pada posisi Boot Frozen (default setelah di install)
- Deep Freeze tidak aktif pada posisi Boot Thawed
Untuk menonaktifkan deep freeze, tekan tombol [SHIFT] pada keyboard dan double klik ikon deepfreeze di system tray windows Anda yang berada di pojok kanan paling bawah Lalu masukkan password Anda, lalu pindahkan pada posisi Boot Thawed lalu restart PC anda, untuk mengaktifkan seperti langkah pertama posisikan Boot Frozen lalu restart PC anda.
Untuk hasil yang optimal, sebaiknya deepfreeze diinstal segera setelah windows diinstal sehingga kebersihannya dari virus, spyware, trojan dijamin 100%.. Tentunya Anda instal dulu program-program yang Anda perlukan. Karena jika Deep freeze sudah diaktifkan, lalu Anda menginstal program lain, maka setelah restart, program tersebut otomatis akan teruninstal. Demikian pula jika Anda menguninstal sebuah program saat deep freeze masih aktif, maka setelah restart, software tersebut akan tetap terinstal. Bingung ?
Karena prosesnya yang mengembalikannya setingan file, folder dan registry ke awal maka komputer yang telah Drive sistemnya (drive c) diaktifkan Deep Freeze tidak bisa ditambah dan dikurangi maka sebaiknya kita mesti memindahkan setingan asli windows untuk item berikut agar Deep Freeze tidak menghilangkan file yang kita isikan :
Folder My Document – setingan aslinya berada di Drive C (sistem) untuk memindahkannya Buka Windows Explorer — Klik Kanan My Document lalu pilih Move — arahkan pada drive selain C (drive sistem) dengan membuat folder baru.
Berikut pilihan yang ada di deep freeze :
1. Boot Frozen — perintah untuk mengaktifkan Deepfreeze
2. The Boot Thawed on next — Perintah untuk menonaktifkan DeepFreeze dalam …..x restart
3. Boot Thawed – Perintah untuk menonaktifkan DeepFreeze setelah restart
Kelebihannya
* Tidak memerlukan Antivirus lagi karena sistem telah dilindungi. Perlu diketahui Anti virus yang diinstalkan cukup memakan memory sehingga komputer kita sedkit lambat.
* Aman dari Virus karena Deep Freeze akan menendang semua yang masuk ke drive sistem setelah direstart
* Tidak perlu takut kehilangan atau kerusakan sistem operasi
* Tidak perlu di Update
* Bisa coba-coba Software yang belum diketahui karena tidak akan tersimpan begitu direstart sehingga tidak perlu khawatir bila hardisk dan memory jadi banyak dipakai.
Kekurangan
* Bila lupa menonaktifkan ( Boot Thawed ) untuk mengintsal program yang diinginkan maka kita terpaksa lgi mengulanginya lagi sehabis restart
* Kita bisa kehilangan data bila lupa dan menyimpannya pada drive sistem yang terinstal Deep Freeze
* Kita mesti menonaktifkan ( Boot Thawed ) bila ingin merubah setingan windows
Cara menginstal script URL Shorter
Number of View: 13693Hari ini saya buka facebook dan dapat info dari mas cosa mengenai lanjut.in
Yaitu fasilitas URL shorter gratis. Nah, timbul ide untuk bikin URL shorter sdr di subdirectory adabisnis.com. Saya download filenya (kebetulan gratis scriptnya). Terus saya instal di subdirectory “go”.
Berikut Tutorial cara menginstalnya.
1. Download Scriptnya di sini
2. Upload file PHPZLinkv1.0.zip ke hosting. Jika anda ingin menginstal di subfolder/subdirectory, buat dulu folder barunya, misal “go”. Baru kemudian upload PHPZLinkv1.0.zip. Kemudian extract file tsb.
3. Jika anda menginstal di subfolder (misalnya tadi subfolder bernama “go”
, maka anda perlu mengedit file .htaccess. Berikut contohnya :
"RewriteRule ^([a-zA-Z0-9]+)/?$ /go.php?id=$1 [L]"
To
“RewriteRule ^([a-zA-Z0-9]+)/?$ /subfolder/go.php?id=$1 [L]”
4. Buat terlebih dulu database. Terserah apa namanya. Misal : go. Kemudian catat nama database, username, dan password.
5. Buka config.php dan edit sesuai dengan nama domain dan database yang baru saja anda buat tadi. Juga admin username dan password .**Penting** Jika anda menggunakan subfolder, maka ganti juga sesuai dengan subfolder yang digunakan, misal yourdomain.com/sub-folder/shorturl. Kalo spt yg saya gunakan yaitu : adabisnis.com/go/
6. Kemudian buka browser anda dan ketik : http://domainanda.com/go/install.php. Hal ini digunakan untuk membuat tabel database secara otomatis. Setelah selesai anda harus menghapus file install.php di file manager.
7. Selesai. Silahkan lakukan tes.
Fitur
Open link in frames
Di file config.php anda bisa membuat frame yang bisa anda isi code adsense atau banner. Anda perlu merubah file frame.php.
Admin Panel
Untuk masuk ke admin panel
http://www.yourdomain.com/admin/login.php atau jika anda menggunakan subfolder go maka : http://www.yourdomain.com/go/admin/login.php
Di admin panel ini anda bisa menambah, mengedit maupun menghapus URL.
Anda bisa melihat hasil instalasi saya di www.adabisnis.com/go
Selamat mencoba!!!
(Tutorial ini saya terjemahkan dari file readme.txt)
Update : 05 – 04 – 09
Untuk menghilangkan link frame sehingga ketika kita klik url shorter yang kita buat tersebut biar bisa langsung pindah ke domain sebenarnya yg kita tuju, maka kita tinggal mengedit file config.php.
Caranya… buka subdirectory URL shorter yg anda buat, misal “go”, lalu kita klik pada file config.php. Kemudian pilih “Edit File with Code Editor” lalu tekan edit. Maka akan tampil seperti ini :
=====================================================
<?php
// Script Location:
$root = ‘yourdomain.com/’;
$rooturl = ‘http://yourdomain.com/’;
$destination = ‘http://yourdomain.com/go.php?id=’;
// Open Link In Frame 1 Enable:
$frame = ’1′;
// Database Information:
$localhost =’localhost’;
$username =’username’;
$password =’password’;
$database =’databasename’;
// Admin Username And Password:
$adminuser =’admin’;
$adminpass =’password’;
// Dont Edit Below:
$table = ‘url’;
$link = mysql_connect(“$localhost”, “$username”, “$password”
or die(“Could not connect”
;
$db = mysql_select_db(“$database”, $link)or die(“Could not select database”
;
?>
=====================================================
Hapus tulisan yang saya kasih tanda coret.
// Open Link In Frame 1 Enable:
$frame = ’1′;
Selesai! Sekarang script URL shorter anda akan langsung bisa mendirect ke alamat tujuan tanpa adanya frame di atasnya dan tanpa url masking.
(Jika masih bingung, silahkan kontak YM saya). Terima Kasih.
AudioBook Internet Marketing
Iklan
Layanan Kami
Yahoo Messenger!
Radio Streaming
Advertise
Fans Page
Artikel Terbaru
- Raih Ribuan Dollar dari WSO
- Pentingnya kolom pencarian dan artikel terkait
- 6 Top Broker Forex Trading di Indonesia
- Bisnis Internet Apa Harus Punya Akun Paypal ?
- Masih Perlukah BBM Untuk Bisnis ?
- Follow Up Calon Pembeli Dengan SMS
- Kelemahan Menaruh Banyak Domain Dalam 1 Hosting
- Cara mengatasi tampilan wordpress kacau setelah pindah hosting
- Cara Mengatasi Error Saat Upgrade Plugins WordPress
- Cara Mengatasi Error “553-Can’t open that file: Permission denied” di Filezilla
- Cek Web Anda Secara Berkala
- Cara mengetahui spesifikasi VPS melalui SSH
- Jasa memperbaiki blog wordpress self hosted
- Cara Mengkloning Blog WordPress
- Cara Memindahkan File ke Folder lain via SSH
- Hosting Bayar sekali untuk selamanya (Lifetime), benarkah ?
- Hosting disuspend, datanya hilang ?
- Amankan Domain .NET Anda
- 4 Plugins Untuk Membantu SEO On Page Blog WordPress Anda
- Cara Pindah Hosting antar Server Tanpa Perlu Download SQL
Popular post by view
- Free Download NetCut, Software Pengontrol Koneksi Jaringan Internet - 192992 hits
- Cara Membuat Windows Jadi Hang (1) - 109070 hits
- Cara Memasang Banner Flash di Blog - 95282 hits
- Download Gratis - 93278 hits
- Free Download Yahoo Messenger 10 beta (Offline Installer) - 84036 hits
- Download Software Untuk membuat Animasi Gif. Gratis! - 80276 hits
- Cara Setting Wifi dengan Access Point Wireless Router Linksys Menggunakan Koneksi Telkom Speedy - 79600 hits
- Download Mozilla FireFox 3.5.1 Bahasa Indonesia - 76107 hits
- Cara Download Video Youtube Dengan Sekali Klik - 72250 hits
- Tutorial Cara Setting OpenDNS - 67346 hits
- Awas!!! Password Anda Bisa Dihack!!! - 66068 hits
- Cara Setting Google Public DNS - 58814 hits
- Cara Setting Google Public DNS - 58814 hits
- Cara Setting Google Public DNS - 58814 hits
- Cara Setting Google Public DNS - 58814 hits
- Cara Setting Google Public DNS - 58814 hits
- Percepat Koneksi Internet Anda dengan Google Public DNS - 58619 hits
- Profile - 55272 hits
- 5 Langkah Menulis Komentar yang Menarik! - 50976 hits
- Cara Mengaktifkan Show hidden files yang diubah oleh virus - 48428 hits









Facebook
Twitter
RSS