Shared Hosting = Keluarga
Number of View: 2724Seorang teman mengeluh karena hosting untuk blognya seringkali error establish database, blank page, run time out, down dan bla bla bla.
Saya coba cek di whois.domaintools.com/domain.com pada bagian tab “server stats” memang overload.


Jumlah domain dalam IP server tersebut 2.089. Belum IP yang lain. Dan belum ditambah subdomain.
Shared hosting itu ibaratnya rumah yang ditempati oleh keluarga secara bareng-bareng. Orang tuanya adalah webhoster. Anak-anaknya adalah pengguna shared hosting.
Kalau dalam keluarga Anda, adik Anda begitu egois menghabiskan listrik, sehingga ketika Anda menyalakan TV, langsung listrik padam karena ga kuat. Lalu apa yang akan Anda lakukan? terus memaksakan diri untuk memutar TV? alternatifnya yaitu :
1. Usir adik Anda dari rumah *wuih sadis.com*
2. Anda yang keluar dari rumah dan kontrak rumah sendiri biar leluasa. Bebas menggunakan listrik sepuasnya. ![]()
3. Ortu mematikan listrik untuk adik
Adik itu adalah saudara Anda sesama pengguna shared hosting. Orang tuanya adalah pengelola server / manager akun (bukan reseller, tapi root). Dan Anda sendiri adalah anak-anak dari orang tua tersebut.
(Saya menyebut hanya pengelola server, bukan reseller. Karena reseller tidak punya akses untuk memperbaiki server)
Kalau saya pribadi, saya lebih memilih alternatif kedua. Kenapa ? karena kebutuhan listrik saya juga besar. Dan itu untuk kelancaran bisnis saya. Jika bisnis Anda jauh lebih penting daripada biaya untuk hosting yang buat beli 1 mangkok bakso saja sampai tumpah, saya yakin Anda setuju dengan pilihan saya. Sudah sewajarnya orang yang lebih dewasa lebih suka mengalah, karena mengalah bukan berarti kalah.
Anda bisa baca artikel saya sebelumnya tentang urunan VPS.
Saya pribadi menempatkan beberapa klien yang berani membayar lebih, di server yang usernya sangat dibatasi. Dan memang serba dibatasi. Harapannya “kualitas” yang artinya adalah “free of error” bisa dipertahankan. Kestabilan server itu penting!
Sudah jangan punya pikiran “kalau pakai VPS, entar cara instal cpanel gimana, cara beli lisensi cpanel gimana, cara instal softaculous gimana, cara setting whm gimana, saya tidak mengerti linux, saya tidak tahu SSH, cara setting tweak gimana, entar kalau down gimana, entar kalau dihack gimana, cara back up database otomatis gimana, dst”. Jangan terlalu banyak alasan! Anda punya mbah google yang bisa menjawab pertanyaan Anda itu : “how to install cpanel on vps”, “how to buy instant cpanel license”, “how to setup tweak cpanel”, “how to set cpanel security” dst. Atau kalau Anda tidak ingin kerepotan dengan SSH, Anda bisa beli VPS yang managed, yang artinya semua disetup oleh penjual VPS.
Jangan jadi childish dengan mengolok-olok dan menfitnah webhoster Anda di forum-forum yang notabene di situ adalah market mereka, karena ini akan menciptakan persepsi negatif.
Jangan mengolok2 webhoster karena tidak bisa memberikan pelayanan yang baik. Webhoster itu tidak hanya mengurusi web Anda saja. Ada ratusan lebih klien yang butuh perhatian yang sama.
Saya salut dengan pernyataan seorang teman webhoster lain : “Saya rela tidak jadi menikah bulan oktober yang lalu demi tetap memberikan pelayanan yang terbaik buat klien. Karena hanya saya saja yang mengerti server dalam tim ini. Dan saya rela merogoh kocek (neraca jadi negatif) untuk menyewa server yang bagus agar wuzzz wuzzz”, demikian saya menirukan pernyataannya di YM.
Saya berharap Anda bisa mengambil pilihan yang terbaik! Management berbasis solusi, bukan alasan!
Tutorial Cara Setting Private Name Server Domain
Number of View: 17295Private Name Server adalah sebuah fasilitas dimana kita bisa membuat name server dengan menggunakan subdomain kita. Misalnya domain Anda adalah domain.com…. maka Anda bisa membuat name server ns1.domain.com dan ns2.domain.com.
Biasanya memang fasilitas ini tidak diberikan secara cuma-cuma oleh webhoster. Dan sekalipun Anda bisa membuat name server sendiri, maka tetap harus mengontak webhoster untuk mengubah name server default yang ada di DNS ZONE WHM (Webhosting Management).
Private name server ini berguna untuk Anda :
1. Menggantikan name server provider hosting di whois.
2. Membuat name server Anda kelihatan seolah-olah Anda menggunakan dedicated server (padahal cuma pake shared hosting… ^^ tape deh…
.
Nah, berikut ini langkah-langkahnya :
1. Sebelum dibuat akun hosting, terlebih dahulu masuk ke control panel domain.
2. Klik “Child Name Servers”. Lalu masukkan nama Hostname misalnya : ns1. Pada kolom IP address masukkan IP name server dari hosting yang Anda gunakan. Cara untuk mengetahui IPnya yaitu dengan melakukan PING ke name server yang diberikan oleh provider hosting. Silahkan baca tutorialnya Cara melakukan ping name server menggunakan Command Prompt.

3. Klik tab “Name Servers” lalu masukkan name server yang telah Anda buat tadi. Lalu tekan “Submit”.

4. Sekarang silahkan buat akun hostingnya. Jangan lupa untuk mencentang pilihan “Use the nameservers specified at the Domain’s Registrar
(ignore locally specified nameservers)”. Setelah aktif, silahkan login ke cpanel. Cari tab “Domain” lalu klik icon “Simple DNS Zone Editor”.

5. Lalu masukkan ns1 pada kolom A record beserta IP nya. Demikian juga masukkan ns2.

6. Sampai di sini sudah selesai.
Jika ternyata Anda membuat private name server setelah sebelumnya menggunakan name server default dari webhoster, maka ulangi langkah di atas ditambah dengan langkah di bawah ini (khusus dilakukan oleh webhoster Anda) :
1. Login ke cpanel, klik WHM
2. Pada control panel WHM sebelah kiri, pada tab “DNS Functions” klik “Edit DNS Zone”.

3. Pilih domain yang akan diedit DNS Zonenya. Lalu gantikan nsnya sesuai dengan private name server yang telah dibuat.

Kesalahan dalam setting private name server akan berakibat situs Anda tidak bisa diakses oleh zona DNS tertentu. Semisal Anda kelupaan menyetting A record, maka hilanglah sebagian traffic Anda.
Selamat mencoba!
Apakah Shared hosting bisa untuk Shoutcast
Number of View: 5410Saya sedikit heran waktu mendapat email dari provider hosting bahwa sebuah situs radio yang saya kelola harus dipindahkan hostingnya dikarenakan memberatkan server. Alasannya bahwa di server tersebut tidak diperbolehkan untuk shoutcast. Ini konyol banget
Wong jelas-jelas saya menggunakan shoutcastnya di server lain. Mengada-ada banget deh…
Memangnya bisa shared hosting untuk shoutcast ?
Jawabannya : tergantung!
Kalau Anda punya akses SSH untuk linux bisa saja Anda membuat shoutcast dengan shared hosting. Dan lagi kalau ada WHMsonic maka jelas tambah bisa.
Tapi jarang banget kan shared hosting yang memberikan akses SSH.
So ???
Dalam dunia bisnis internet Anda jangan mudah ditipu dengan hal-hal teknis. Anda harus tahu banyak hal. Makanya jangan cuma tau soal marketing doank… tapi hal-hal teknis juga harus Anda kuasai.
Kemana Anda harus tanya / belajar soal hal teknis ?
Silahkan saja tanya ke saya. Pasti saya bantu…
Gratis kok.
Saya mengawali bisnis internet dari sebuah blog. Ngotak ngatik script saya pelajari dari teman saya Benidiktus (jogja) dan Abadi Abdillah. Membuat blog jadi rame dengan SEO saya pelajari dari Awang Sang Jivi. Dan masih banyak lagi teman-teman yang sudah membantu saya dalam belajar bisnis internet. Thank to all….
Bagi yang belum mendownload AudioBook “Internet Marketing Basic”, silahkan download dulu di sini. Lalu dengarkan yach…
Saya sudah menyampaikan prinsipnya di situ.
Uh.. .balik lagi soal shoutcast yach… *tadi yang di atas agak OOT dikit… tp msh nyambung kok*
Kalau Anda mau membuat radio streaming dengan shoutcast, sedikit tips dari saya :
1. Server IIX maupun luar negeri pada dasarnya sama saja.
Tetap ada delay.. alias suara yang sebenarnya dan suara di streaming ada rentang waktu. Yang asli sudah bilang “A” misalnya, di streaming baru terdengar 10 detik kemudian. Hal ini wajar kok.. namanya juga NOT TRUE LIVE STREAMING! ada buffernya itu loh… Kalau TRUE LIVE STREAMING maka perlu koneksi internet yang super kenceng… wuzzzz…
2. Lebih baik server yang berbayar..
Kenapa ? kalau yang gratisan dah pasti banyak batasannya boz… tapi kalau mau nyoba juga boleh kok.. nih alamatnya www.listenmyradio.com
3. Gunakan VPS (Virtual Private Server).
Nah, kalo VPS pilih aja yang CenToS versi terbaru boz… minimal RAMnya 512 Mega.
Saya udah coba pake RAM 128 Mega ternyata keokk… alias swap memorynya jadi terpakai… hasilnya ?? suara jadi JUMPING. Wong 512 aja kadang masih suka jumping. Permasalahan ini masih diselidiki. Saya baca di forum sebelah katanya 128 aja dah cukup.. tp kenyataannya kok lain yach.. hmmm
Anda harus bisa Linux untuk membuat shoutcast ini. Dengan Putty tentunya.
4. Gunakan Encoder ACC, bukan MP3
Uh… saya kagum waktu boz wandi dari musiccityfm.com memberitahu bahwa encoder ACC jauh lebih maknyusss.. dan ternyata memang bener2 keren. Tapi sayangnya web player untuk ACC sampe saat ini masih belum ada… Satu2nya yaitu JV Player… Ada satu perusahaan streaming yang menggunakannya tapi diencoding tuh source codenya…
Untuk bisa menjadikan web player ya harus pake format MP3 dengan kualitas suara yang tidak begitu bagus kalau bitratenya direndahkan. Beda banget ama ACC, yang meskipun bitrate rendah tapi kualitas masih oke, terus ringan lagi..
WHMCS, Billing System Terbaik… Benarkah ?
Number of View: 7933
Beberapa waktu lalu saya rencana membeli software billing system yaitu WHMCS seharga 2 juta dengan Owned License no Branding (lisensi seumur hidup). Tapi masih saya tunda.
Pertimbangan saya adalah karena kebanyakan calon pembeli bertanya via YM dan mereka langsung transfer. Mereka tidak mau ribet dengan mengisi form dlsb…
Pengalaman juga nih selama menjadi pelanggan shared hosting saya jarang-jarang banget menengok WHMCS. Paling kalau lupa password cpanel langsung deh tanya via YM… butuhnya cepet soalnya. Ga mau ribet. ![]()
Nah daripada Anda keluar uang percuma untuk membeli lisensi billing system ataupun menggunakan yang nulled/bajakan, kenapa tidak menggunakan billing software open source seperti Account Lab Plus ?? Anda bisa menginstalnya via Fantastico maupun Softaculous. Tapi sekali lagi pertimbangkan flexibilitasnya karena calon pelanggan / pelanggan (orang awam terutama) pinginnya cepat dan ga ribet.
Dan ternyata setelah saya menggunakan WHMCS di klikhost.com, ternyata memang betul-betul bermanfaat. Konversi meningkat karena ketika orang order, maka akan mendapat email langsung yang berisi data-data order dan pembayaran. Dan ini semi otomatis. Wow..
AudioBook Internet Marketing
Iklan
Layanan Kami
Yahoo Messenger!
Radio Streaming
Advertise
Fans Page
Artikel Terbaru
- Raih Ribuan Dollar dari WSO
- Pentingnya kolom pencarian dan artikel terkait
- 6 Top Broker Forex Trading di Indonesia
- Bisnis Internet Apa Harus Punya Akun Paypal ?
- Masih Perlukah BBM Untuk Bisnis ?
- Follow Up Calon Pembeli Dengan SMS
- Kelemahan Menaruh Banyak Domain Dalam 1 Hosting
- Cara mengatasi tampilan wordpress kacau setelah pindah hosting
- Cara Mengatasi Error Saat Upgrade Plugins WordPress
- Cara Mengatasi Error “553-Can’t open that file: Permission denied” di Filezilla
- Cek Web Anda Secara Berkala
- Cara mengetahui spesifikasi VPS melalui SSH
- Jasa memperbaiki blog wordpress self hosted
- Cara Mengkloning Blog WordPress
- Cara Memindahkan File ke Folder lain via SSH
- Hosting Bayar sekali untuk selamanya (Lifetime), benarkah ?
- Hosting disuspend, datanya hilang ?
- Amankan Domain .NET Anda
- 4 Plugins Untuk Membantu SEO On Page Blog WordPress Anda
- Cara Pindah Hosting antar Server Tanpa Perlu Download SQL
Popular post by view
- Free Download NetCut, Software Pengontrol Koneksi Jaringan Internet - 193091 hits
- Cara Membuat Windows Jadi Hang (1) - 109078 hits
- Cara Memasang Banner Flash di Blog - 95295 hits
- Download Gratis - 93289 hits
- Free Download Yahoo Messenger 10 beta (Offline Installer) - 84064 hits
- Download Software Untuk membuat Animasi Gif. Gratis! - 80290 hits
- Cara Setting Wifi dengan Access Point Wireless Router Linksys Menggunakan Koneksi Telkom Speedy - 79614 hits
- Download Mozilla FireFox 3.5.1 Bahasa Indonesia - 76110 hits
- Cara Download Video Youtube Dengan Sekali Klik - 72262 hits
- Tutorial Cara Setting OpenDNS - 67353 hits
- Awas!!! Password Anda Bisa Dihack!!! - 66078 hits
- Cara Setting Google Public DNS - 58826 hits
- Cara Setting Google Public DNS - 58826 hits
- Cara Setting Google Public DNS - 58826 hits
- Cara Setting Google Public DNS - 58826 hits
- Cara Setting Google Public DNS - 58826 hits
- Percepat Koneksi Internet Anda dengan Google Public DNS - 58628 hits
- Profile - 55292 hits
- 5 Langkah Menulis Komentar yang Menarik! - 50988 hits
- Cara Mengaktifkan Show hidden files yang diubah oleh virus - 48436 hits









Facebook
Twitter
RSS