Jangka Pendek vs Jangka Panjang

Posted on Updated on

Sudah lama tidak membahas mengenai wirausaha di blog ini. Dan terinspirasi dengan diskusi bersama teman saya tadi malam, seorang lulusan S1 Management yang kini malah beternak unggas di rumahnya.

Ironis ketika saya tanya kepadanya kenapa tidak kerja di kantoran, padahal dengan koneksi yang dia punya, dia bisa bekerja di kantor yang dia inginkan. Tapi dia menjawab bahwa dia tidak ingin jadi seorang bawahan. Dia tidak ingin kerja terikat.

Satu alasan lagi kenapa dia memilih beternak, padahal dia ga ada background pendidikan peternakan ataupun keluarga yang beternak. Dia menjawab bahwa dalam apapun di dunia ini perlu management.

Rumah tua perlu management. Toko perlu management. Tempat ibadah perlu management. Hampir semua bidang kehidupan perlu management. Itulah mengapa dia tidak perlu malu bahwa ilmu yang dia dapatkan di kulihan tidak mesti diaplikasikan kerja kantoran sebagai manager mungkin, tetapi dalam wirausaha yang dia geluti pun ilmu itu masih bisa digunakan.

Pertumbuhan perusahaan IT di indonesia berkembang sangat pesat. Ada yang tumbuh dan juga ada yang berguguran begitu saja.

Tentunya ketika kita membuat usaha, kita ingin bisa tumbuh besar dan tertahan lama. Tetapi kita juga harus melihat trend pasar 1-2 tahun ke depan. Apakah usaha yang kita geluti masih menjadi trend atau bukan.

Apa tantangan ke depan terhadap usaha kita, itu yang harus disiapkan mulai dari sekarang.

 

Profit Jangka Pendek vs Jangka Panjang

Ada usaha yang lagi trend, seperti kopi luwak misalnya. Banyak orang jadi melihat peluang ini. Dan ketika pasar padat dengan penjual, pembeli jadi banyak pilihan.

Jika ada peluang usaha yang lagi trend, dan Anda prediksi bahwa hanya bisa bertahan beberapa saat, maka Anda harus ambil keputusan untuk mengambil keuntungan semaksimal mungkin dalam jangka pendek. Jangan malah santai-santai! :beer:

Tetapi jika Anda yakin bahwa usaha Anda justru akan boombing di 1-2 tahun ke depan, maka masa-masa ini adalah masa dimana Anda menanam.

Indonesia adalah pasar yang begitu besar. Sampai di negara tirai bambupun sudah diajarkan bahasa indonesia di sekolah-sekolah. Anda tentu tahu arahnya kemana mereka. Ya, ekspansi ke indonesia. Mereka sudah dan juga sedang bersiap-siap untuk itu.

Semakin maju sebuah negara, maka budaya asli akan semakin tergeser. Banyak orang jadi gampang STRESS. Itulah kenapa usaha hiburan, seperti karaoke dan “mall” berjamuran di mana-mana. Meski mungkin masih belum banyak orang yang senang berkaraoke. Tapi itulah kenyataannya yang akan terjadi ke depan. Semakin banyak orang yang gampang stress.

Jika mengambil usaha untuk jangka panjang, maka kita perlu tahu apa saja tantangan dan kelemahannya di masa mendatang.

Seperti misalnya perusahaan rokok nasional yang dijual ke perusahaan asing. Anda tahu kenapa kok perusahaan rokok itu dijual? apakah lagi sepi penjualannya? tentu bukan!  Ternyata alasannya simple : ke depan usaha rokok bukan makin boombing, tetapi melihat isu lingkungan dan kampanye anti tembakau, maka prediksinya akan semakin menurun. Dan owner dari pabrik rokok nasional itu mengambil langkah cerdik. Uang hasil penjualan ia alihkan untuk usaha lain.

 

Bisnis IT

Bidang ini saya bilang modal (uang) yang dikeluarkan relatif sedikit tetapi hasilnya bisa 10 kali lipat lebih.

Ini adalah satu bidang bisnis yang masih bisa bertahan lama. Kompetitor semakin banyak, tetapi pertumbuhan pengguna juga semakin meningkat.

Tentunya Anda ingin usaha Anda semakin besar. Misal dari perusahaan personal, jadi PT. Dengan demikian sudah pasti membutuhkan karyawan.

Rata-rata orang IT itu adalah orang yang cerdas. Semisal Anda mempunyai 1 karyawan yang memegang kendali perusahaan Anda, bukan tidak mungkin suatu saat dia keluar dan mendirikan perusahaan serupa.

Namanya juga orang cerdas, ga mau donk kalau kerja di orang dengan bayaran yang kecil padahal dia melihat dengan kasat mata bahwa profit perusahaan sedemikian besar?

Kalau Anda tahu hal ini, maka Anda harus pintar memilih model karyawan mana yang Anda butuhkan. Apakah karyawan yang pintar ataukah karyawan yang TAAT ?

Kalau karyawan cowok rata-rata niatnya untuk berwirausaha lebih besar ketimbang cewek. Itulah alasan mengapa lebih baik memilih karyawan cewek. Selain karena bisa bertahan lebih lama, karyawan cewek juga lebih telaten. Bahkan deal-deal dengan klien bisa lebih mudah jika menggunakan perempuan.

Ada sanggahan maupun opini lain? mari berdiskusi di sini.

6049 Total Views 12 Views Today

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons